Dicecar Pertanyaan Kasus Epstein, Donald Trump Kecam Reporter CNN

Reporter CNN, Kaitlan Collins, dikecam Donald Trump karena mengajukan pertanyaan soal kasus Jeffrey Epstein/Foto : Dok. Istimewa Reporter CNN, Kaitlan Collins, dikecam Donald Trump karena mengajukan pertanyaan soal kasus Jeffrey Epstein/Foto : Dok. Istimewa

Amerika Serikat, GPriority.co.id – Presiden AS Donald Trump kembali mengecam seorang reporter wanita saat konferensi pers dan sesi tanya jawab di Ruang Oval pada Selasa (3/2).

Menurut laporan The Guardian, reporter CNN tersebut bernama Kaitlan Collins. Setelah dicecar pertanyaan soal kasus pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein, Trump pun menyebut Collins sebagai reporter terburuk, bahkan ia menyebut belum pernah melihatnya tersenyum.

Trump yang merasa frustasi karena dihujani pertanyaan kasus Epstein pun menyerang balik Collins dan mengklaim bahwa saluran televisi tempat Collins bekerja tidak memiliki rating karena mempekerjakan orang-orang sepertinya.

Trump juga mengatakan, seharusnya saluran TV tersebut malu karena tetap mempertahankan Collins sebagai reporter mereka. Dalam konferensi pers yang sama, Trump kemudian meminta media dan warga AS untuk melupakan kasus Epstein.

Sementara itu, laporan lainnya menyebut jika Trump menegur Collins karena dianggap tidak tersenyum di hadapannya. Trump menekankan bahwa dirinya telah mengenal Collins selama sekitar 10 tahun dan mengklaim bahwa Collins tidak tersenyum karena tak menyukainya.

Percakapan tersebut dimulai ketika Collins menunjukkan bahwa berkas Epstein mengungkapkan hubungan dekat sekutu Presiden AS, Elon Musk dan Howard Lutnick, Menteri Perdagangannya, dengan mendiang pelaku kejahatan seksual tersebut.

Collins kemudian menyela Presiden AS ketika ia mulai berpidato panjang lebar dan menyalahkan Partai Demokrat karena menciptakan narasi seputar berkas kasus Epstein, padahal mereka berhubungan dengannya.

Meskipun Trump mengatakan bahwa dia belum membaca email-email percakapan Musk dan Lutnick dengan Epstein, dia juga tanpa malu-malu mengatakan bahwa dia juga berteman dengan Epstein selama 17 tahun.

“Saya yakin mereka baik-baik saja. Kalau tidak, pasti akan ada berita utama besar-besaran,” ujar Trump

Ketika Collins mencatat bahwa banyak wanita yang menjadi korban Epstein tidak senang dengan cara departemen kehakiman menyunting dokumen-dokumen tersebut, termasuk, seluruh wawancara saksi benar-benar disensor, Trump mengecamnya dengan mengatakan, “Kamu sangat buruk. Kamu adalah reporter TERBURUK. Tidak heran CNN tidak memiliki rating! Kamu tahu dia wanita muda. Saya mengenalmu selama sepuluh tahun. Saya rasa saya TIDAK PERNAH melihatmu tersenyum. Mereka seharusnya MALU padamu.”

Pada Selasa (3/2) kemarin, Trump kembali memohon kepada warga AS untuk melupakan skandal Jeffrey Epstein. Ia sekali lagi membantah tuduhan yang menghubungkannya dengan Epstein, menyatakan bahwa ia tidak pernah mengunjungi pulau pribadi Epstein yang “penuh intrik”.

Ia pun menuduh Demokrat dan para donatur mereka menciptakan cerita palsu tentang hubungannya dengan Epstein sementara ia sendiri memiliki hubungan dengan pelaku kejahatan seksual yang telah dihukum tersebut.

Ia juga mengecam penulis Michael Wolff karena menyebarkan kebohongan tentang hubungannya dengan Epstein dan mengklaim bahwa Wolff melakukannya untuk merusak reputasinya dan kepresidenannya.

Dalam sebuah unggahan di Truth Social, Trump mengklaim informasi yang baru dirilis dari Departemen Kehakiman AS membantah “omongan kotor” dari orang-orang mengenai hubungannya dengan berkas Epstein.