Amerika Serikat, GPriority.co.id – Presiden AS Donald Trump dalam pernyataannya pada Kamis (9/4), memberi peringatan kepada Iran untuk berhenti mengenakan tarif ke kapal tanker minyak yang melintas di Selat Hormuz.
Unggahan baru Trump tersebut memperburuk kesepakatan gencatan senjata antara AS dan Iran. Sebelumnya, pada Selasa malam, Trump menyetujui penundaan penyerangan ke Iran dalam dua minggu ke depan.
Ia juga memastikan jika Selat Hormuz akan segera dibuka sepenuhnya. Sayangnya, lalu lintas kapal melalui jalur air strategis tersebut, yang bertanggung jawab atas sekitar 20 persen pasokan minyak global, tetap sangat dibatasi.
Menurut laporan Financial Times, Iran saat ini sedang bersiap untuk mengenakan biaya kepada perusahaan pelayaran yang dibayarkan dalam mata uang kripto, agar dapat melintasi Selat Hormuz.
“Ada laporan bahwa Iran mengenakan biaya kepada kapal tanker yang melewati Selat Hormuz,” tulis Trump dalam unggahannya di Truth Social pada Kamis kemarin.
Trump pun menegaskan, “Sebaiknya mereka tidak melakukannya dan jika mereka melakukannya, mereka harus berhenti sekarang!” tegas Trump.
Sementara itu, dalam unggahan lainnya, Trump menanggapi kritik dari The Wall Street Journal dan menolak klaim media tersebut yang menyatakan kemenangan sementara untuk Iran.
“Segera, minyak akan mulai mengalir, dengan atau tanpa bantuan Iran,” kata Trump.
Trump pun tetap mempertahankan posisinya bahwa perkembangan saat ini menjadi kemenangan yang nyata bagi AS. Trump bahkan menyebut jika hasil kemenangan sudah ditentukan.
“Kalau bukan karena saya, Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir,” ujarnya seraya menambahkan bahwa pasar minyak akan segera melihat peningkatan aliran terlepas dari partisipasi Iran.
Dalam kritik lainnya, Trump juga menyebut dewan redaksi The Wall Street Jorunal secara konsisten tidak akurat dan terlalu kritis. Ia menyebut media itu sering kali tak mengakui kesalahan ketika publikasinya salah.
Pada unggahan lain, Trump sebut Iran melakukan pekerjaan yang sangat buruk, bahkan tidak terhormat, menurut sebagian orang.
