Jakarta, GPriority.co.id – OCCRP merupakan suatu organisasi jurnalisme investigasi terbesar di dunia.
OCCRP berfokus merilis daftar tokoh paling korup di dunia, dan diberi penghargaan sebagai bentuk sarkas.
Mencengangkannya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dimasukkan dalam daftar tokoh paling korup di dunia tahun 2024, oleh OCCRP.
Ketika ditanya perihal tersebut, Jokowi menanggapi santai namanya yang masuk dalam daftar finalis Person of The Year 2024 untuk kategori kejahatan organisasi dan korupsi versi OCCRP.

Dirinya juga mempertanyakan tuduhan tersebut dengan menyatakan, “Yang dikorupsi apa? Ya dibuktikan, apa,” sambil menyoroti banyaknya framing jahat dan tuduhan tanpa bukti terhadap dirinya.
Selain itu Jokowi juga menilai bahwa saat ini berbagai pihak dapat menggunakan berbagai cara, seperti NGO, partai, atau ormas, untuk menyebarkan fitnah dan framing negatif.
Ketika ditanya apakah ada muatan politis di balik nominasi ini, Jokowi meminta hal tersebut ditanyakan langsung kepada pihak OCCRP.
Dalam daftar OCCRP, selain Jokowi, terdapat nama Presiden Kenya William Ruto, Presiden Nigeria Bola Ahmed Tinubu, mantan Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina, dan pengusaha India Gautam Adani.
OCCRP, yang berpusat di Amsterdam, Belanda, mengumpulkan nominasi melalui Google Form sejak 22 November 2024 hingga akhir Desember 2024.
Dari nominasi tersebut, mantan Presiden Suriah Bashar Al Assad terpilih sebagai pemenang Person of The Year 2024.
Namun, proses pengumpulan nominasi yang melibatkan pembaca, jurnalis, dan juri global menimbulkan berbagai spekulasi terkait motivasi di balik nominasi tersebut.
OCCRP Punya Staf di 6 Benua?

Mengejutkannya, OCCRP atau Organized Crime and Corruption Reporting Project dilaporkan memiliki staf di 6 benua. Diantaranya seperti Eropa, Afrika, dan Asia Tengah,
Organisasi jurnalis investigasi ini sudah terbentuk dari tahun 2006 silam. Di tahun 2017 lalu, NGO memasukan OCCRP pada peringkat ke-69 dari daftar 500 organisasi non-pemerintah (LSM) terbaik.
Bukan tanpa tujuan, OCCRP dibentuk dalam rangka menyebarkan dan memperkuat jurnalisme investigatif di seluruh dunia.
Selain itu juga mengungkap kejahatan dan korupsi, serta menciptakan dunia yang lebih terinformasi.
Hal lainnya yaitu agar demokrasi tidak terancam oleh kejahatan atau korupsi.
Foto : OCCRP
