3 Polisi Oknum Pemerasan Di DWP 2024 Dipecat Secara Tidak Hormat

3 Polisi Oknum Pemerasan Di DWP 2024 Dipecat Secara Tidak Hormat 3 Polisi Oknum Pemerasan Di DWP 2024 Dipecat Secara Tidak Hormat

Jakarta, GPriority.co.id – 3 polisi oknum pemerasan di DWP 2024 dipecat secara tidak hormat.

Tiga perwira, termasuk mantan Kepala Subdit III Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Polisi (AKBP) Malvino Edward Yusticia, diberhentikan tidak hormat oleh Komisi Kode Etik (KKEP) Polri karena memeras penonton konser di Djakarta Warehouse Project (DWP) 2024.

Malvino dikawal oleh petugas Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) usai menjalani sidang etik di Markas Besar Badan Reserse Kriminal (BNN) Polri.

Kasus pemerasan tersebut melibatkan 18 perwira polisi, dengan lima orang sedang menjalani persidangan dan sekitar Rp2,5 miliar dana sitaan yang akan dikembalikan kepada 45 korban yang telah teridentifikasi.

Brigjen (Brigjen) Agus Wijayanto membenarkan bahwa Propam akan menangani proses restitusi, sementara tiga perwira yang diberhentikan telah mengajukan banding atas putusan tersebut.

Pengunjung Malaysia Merasa Dirugikan

Sebelumnya, Propam Polri telah mengamankan 18 oknum terduga kasus pemerasan di DWP 2024 pada 13-15 Desember 2024.

Para petugas dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, dan Polsek Metro Kemayoran itu diduga menyasar peserta dari Malaysia.

Tindakan ini menyusul tuduhan yang dibagikan di akun X (@Twt_Rave) yang mengklaim lebih dari 400 warga Malaysia menjadi sasaran tes narkoba acak dan dipaksa membayar hingga RM9 juta (sekitar Rp32 miliar), meskipun hasil tesnya negatif.

Polri menegaskan komitmennya untuk mengusut secara profesional dan transparan, serta memastikan tidak ada toleransi terhadap pelanggaran yang mencoreng nama baik institusi.

“Tidak ada tempat bagi individu yang merusak kepercayaan publik,” kata Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko.

Jika anda belum mengetahuinya, sebelumnya pihak festival musik tahunan Djakarta Warehouse Project (DWP) telah menanggapi rumor tentang pemerasan oleh oknum polisi yang dialami sejumlah warga Malaysia selama acara berlangsung.

Dalam pernyataan resminya, promotor DWP, Ismaya Live, menyatakan simpatinya terhadap korban dan menegaskan telah bekerja sama dengan otoritas terkait untuk menyelidiki insiden tersebut.

Mereka juga menekankan bahwa keselamatan dan pengalaman pengunjung, khususnya dari luar negeri, menjadi prioritas utama mereka, sembari memastikan langkah nyata akan diambil untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Foto : ANTARA