Apple Ogah Investasi Pabrik di Indonesia Gegara Kualitas SDM?

Apple Ogah Investasi Pabrik di Indonesia Gegara Kualitas SDM? Apple Ogah Investasi Pabrik di Indonesia Gegara Kualitas SDM?

Jakarta, GPriority.co.id – Sampai saat ini negosiasi investasi Apple untuk membangun pabrik di Indonesia, masih terus berlangsung tanpa kesepakatan yang jelas.

Berdasarkan penuturan dari Dyah Ayu Febriani, Peneliti Ekonomi Digital Celios, tingkat Human Capital Index Indonesia yang lebih rendah dibanding negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, dan Vietnam, menjadi penyebab utamanya.

Dalam pernyataannya, Dyah juga menekankan pentingnya pembenahan regulasi serta pemberian insentif fiskal dan nonfiskal.

Disamping itu, peningkatan kapasitas SDM juga perlu dilakukan oleh pemerintah Indonesia melalui pelatihan dan pendidikan teknologi canggih, agar dapat menarik minat investor, seperti dari perusahaan Apple, salah satunya.


Ketua Umum Indonesian Digital Empowerment Community (IDEC), M. Tesar Sandikapura, juga turut menyoroti kurangnya kemampuan tenaga kerja lokal dalam menghadapi teknologi super canggih dari Apple.

Tesar menyebut, masalah rantai pasok dan birokrasi yang berbelit-belit, menjadi hambatan lain mengapa Apple terkesan ogah investasi pabrik di Indonesia.

Ke depannya, pemerintah Indonesia diharapkan dapat memperbaiki ekosistem yang ada, demi meningkatkan daya tarik investasi asing di sektor teknologi.

Pihak Apple Telah Bertemu Menperin Awal Januari Kemarin

Sebelumnya,Vice President of Global Policy Apple, Nick Amman, telah bertemu dengan Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita, pada 7 Januari lalu.

Dalam pertemuan tersebut, diketahui jika Menperin telah menerima proposal Apple untuk investasi di Indonesia.

Namun, Agus enggan menyebut nilai pasti investasi Apple di Indonesia.

Dalam hal ini, pemerintah Indonesia menerapkan 4 prinsip keadilan, sebagai landasan investasi Apple di Indonesia.

4 prinsip keadilan tersebut meliputi besaran nilai investasi di negara lain, besaran nilai investasi perusahaan teknologi lain seperti Samsung dan Huawei di Indonesia, besaran nilai tambah yang diciptakan dan pemasukan untuk negara, hingga lapangan pekerja yang dihasilkan dari investasi tersebut.

Foto : YouTube/Apple Explained