Jakarta, GPriority.co.id – Insiden kebakaran kembali terjadi di daerah Jakarta. Selasa (21/1), terjadi kebakaran hebat di permukiman padat penduduk di Jalan Kemayoran Gempol, Jakarta Pusat, dini hari.
Api dari kebakaran ini melalap 543 rumah dan menyebabkan kerugian yang diperkirakan mencapai Rp6,3 miliar.
Dugaan kebakaran bermula dari api yang berasaldari lantai dua salah satu rumah, hingga kemudian menyebar dengan cepat.
Kebakaran yang dilaporkan pada pukul 01.15 WIB itu berhasil diredam oleh 34 unit mobil pemadam dan 170 personel, melalui proses pendinginan yang dimulai pukul 06.00 WIB.
Untungnya, tidak ada korban jiwa atau luka dalam insiden tersebut.
Sementara itu, BPBD Jakarta mencatat sebanyak 1.797 orang harus mengungsi imbas kebakaran tersebut.
Disampaikan pihak BPBD Jakarta, terdapat dua lokasi pengungsian yang sudah disiapkan yakni di Mushola Al-Hasanah dan Masjid Baiturrahman.
Data sementara, terdapat pengungsi dari 607 KK, sebanyak 1797 jiwa. Berdasarkan penuturan dari Kepala Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Pusat, Asril Rizal, api berhasil dikendalikan sekitar pukul 05.29 WIB.
Menurut laporan yang dikutip dari Antara, api berhasil dipadamkan setelah 5 jam lamanya. Kebakaran yang melumat permukiman RT 07/RW 08 ini menunjukkan risiko tinggi di kawasan padat penduduk.
Oleh karenanya, penting untuk meningkatkan sistem pencegahan dan tanggap darurat di wilayah serupa.
Per Januari 2025, Terjadi 2 Kebakaran di Jakarta
Sebulan terakhir, ada 2 kebakaran di Jakarta. Sebelumnya kebakaran terjadi di salah satu tempat hiburan di Glodok Plaza.
Meski belum diketahui penyebab pasti terjadinya kebakaran di lokasi tersebut, pemadam kebakaran melaporkan jika material glasswool yang menjadi peredam suara di ruangan karaoke tempat hiburan tersebut, menjadi salah satu alasannya.

Dari kebakaran tersebut, terdapat 8 kantong jenazah yang berhasil dievakuasi. Sementara 14 orang dilaporkan hilang.
Menurut data dari Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta, ada beberapa faktor dugaan penyebab kebakaran yang terjadi di Jakarta, per tahun 2023.
Diantaranya seperti korsleting listrik, pembakaran sampah, gas, rokok, lilin, hingga penyebab lainnya.
Selain itu BPBD Jakarta juga mengatakan jika kebakaran menjadi bencana yang paling banyak terjadi di Jakarta.
Menurut pengamat Tata Kota, Yayat Supriatna, salah satu alasan mengapa Jakarta sering terjadi kebakaran yaitu karena isu korsleting listrik yang muncul karena pengawasan lemah terkait pemakaian listrik.

Foto : ANTARA
