Jakarta, GPriority.co.id – Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), dikabarkan siap comeback ke kursi politik, dan kabarnya akan menjadi Ketua Umum (Ketum) PSI (Partai Solidaritas Indonesia.
Dilansir dari laporan ANTARA pada Senin (19/5), Jokowi tidak menutup kemungkinan untuk mencalonkan diri sebagai Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), partai yang kini dipimpin oleh putranya, Kaesang Pangarep.
Jokowi kini masih menghitung peluang kemenangannya dan enggan kalah dalam kontestasi, kendati hingga kini belum resmi mendaftar. Dirinya menyebut, masih ada waktu hingga bulan Juni mendatang untuk memutuskan. Nantinya, pemilihan akan dilakukan dengan sistem e-voting yang dapat memberi hak suara kepada seluruh anggota partai.
“Belum (mendaftar). Kan masih panjang, seingat saya bulan Juni. Ya masih dalam kalkulasi. Jangan sampai kalau nanti misalnya saya ikut, saya kalah,” ujar Jokowi.
Sebagai informasi, pemilihan Ketua Umum PSI terbuka bagi siapa pun, termasuk Jokowi yang diharapkan mendaftar oleh sejumlah pihak dalam partai. Menurut Wakil Ketua Umum PSI, Andy Budiman, pendaftaran dibuka hingga 31 Mei mendatang di kantor pusat PSI di Jakarta.
Adapun mekanisme e-voting dinilai Jokowi sebagai tantangan karena dapat memberi kesempatan yang sama kepada semua anggota untuk memilih secara langsung. Sistem “one man, one vote” ini menurutnya membuat persaingan kian terbuka dan tak dapat mudah diprediksi.
Dilansir dari laman resminya, Partai Solidaritas Indonesia merupakan partai yang berfokus pada hak-hak perempuan, pluralisme, dan pemuda Indonesia. Kaesang Pangarep bergabung dengan PSI pada 23 September 2023, dan menjadi ketua umum pada 25 September 2023.
Pada Pilpres 2019, PSI mendukung Presiden petahana Joko Widodo. Sementara pada pemilihan umum 2024, PSI hanya memenangkan sekitar 3% suara nasional, sehingga belum memenuhi ambang batas DPR RI yang ditetapkan sebesar 4%.
Foto : Dok. YouTube PSI
