BI: Mulai 17 Agustus, QRIS Bisa Dipakai di China dan Jepang

BI: Mulai 17 Agustus, QRIS Bisa Dipakai di China dan Jepang BI: Mulai 17 Agustus, QRIS Bisa Dipakai di China dan Jepang

Jakarta, GPriority.co.id – Kabar baik bagi warga Indonesia yang senang melakukan perjalanan ke negara-negara Asia. Secara resmi mulai 17 Agustus nanti, metode pembayaran QRIS bisa dipakai di China dan Jepang.

Kabar ini dibagikan langsung oleh Bank Indonesia (BI). Seperti dilansir dari berita ANTARA pada Sabtu (24/5), Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta mengatakan bahwa BI telah bekerja sama dengan otoritas pembayaran Jepang, dan uji coba sandbox akan dimulai pada pertengahan Mei 2025.

Sementara kemajuan dengan China juga berjalan pesat, dengan UnionPay International dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) yang tengah merampungkan detail bisnis, teknologi, dan operasional.

Disisi lain, kemitraan dengan India masih berlangsung, dengan ASPI dan NPCI International India saat ini tengah mendalami diskusi teknis. Sedangkan untuk Korea Selatan, ASPI dan Korean Financial Telecommunications and Clearings Institute sedang meninjau kolaborasi di tingkat industri.

Hal ini serupa dengan pernyataan dari Gubernur BI Perry Wardjiyo, yang sebelumnya juga mengatakan jika QRIS akan segera dapat digunakan di Jepang, Korea, hingga China.

Inovasi ini merupakan bentuk upaya perluasan dari Bank Indonesia dalam hal pembayaran lintas negara yang lebih mudah, cepat, dan aman. Untuk di negara ASEAN sendiri, kini QRIS telah terintegrasi dan dapat digunakan di negara Thailand, Singapura, dan Malaysia.

Ditekankan oleh Bank Indonesia, langkah ini menjadi pendukung peta jalan G20 tentang peningkatan pembayaran lintas negara, serta mempromosikan penggunaan mata uang lokal dalam perdagangan global. Hal ini diharapkan dapat memperkuat ekonomi digital Indonesia dan mendukung inklusi keuangan di tingkat internasional.

Dengan menggunakan QRIS, penggunanya cukup memindai kode QR pada pedagang yang menggunakan sistem pembayaran tersebut, kemudian langsung diproses dalam mata uang lokal mereka.

Sementara bagi warga negara Indonesia di luar negeri, sistem secara otomatis akan mengubah rupiah menjadi mata uang lokal berdasarkan nilai tukar waktu nyata. Hal ini tentu saja dapat mempermudah warga Indonesia yang kekurangan atau tak membawa uang tunai asing, serta dapat menciptakan transaksi yang lebih transparan.

Foto : Ilustrasi/Dok. Getty Images