Jakarta, Gpriority.co.id – The World Directory of Modern Military Aircraft (WDMMA) 2025 merilis Global Air Powers Ranking, yang menilai kekuatan angkatan udara 103 negara berdasarkan TruVal Rating (TVR). Indonesia (TNI AU) berada dalam urutan 28 dan tercatat terkuat di ASEAN.
Pada posisi 1 hingga 10, pertama diduduki Amerika Serikat diikuti Rusia, India, China, Jepang, Israel, Prancis, Inggris, Korea Selatan dan Italia. Penilaian menggunakan TruVal Rating (TVR) yang gabungkan aspek kualitas dan kuantitas. Jadi bukan sekadar menghitung pesawat, tapi efektivitas keseluruhan.
Adapun aspek utama penilaian diantaranya komposisi inventaris seperti jenis pesawat (fighter, bomber, transport, helikopter, trainer) dan proporsinya. Fokus pada combat/attack (sekitar 32% bobot). Kemudian aspek kemampuan Serang dan Pertahanan semisal stealth, multirole, interceptor, CAS (close-air support), dan special-mission seperti reconnaissance.
Aspek lainnya modernisasi dan Inovasi dimana terdapat usia armada, teknologi canggih (misalnya F-35 vs pesawat lama), dan pengadaan baru. Lantas ada aspek dukungan logistik yang mencerminkan readiness rate (kesiapan, 50-80%), sustainment (pemeliharaan), dan proyeksi kekuatan global. Terakhir ialah aspek total arm dan konsentrasi yang menggambarkan jumlah pesawat aktif (48.082 global di 2025), dibandingkan dengan top performer seperti AS.
Sementara posisi Indonesia/ TNI AU di WDMMA 2025 ranking Global Air Powers berada di posisi 28. Menurut WDMMA Indonesia memiliki 260 unit total pesawat aktif (termasuk fighter seperti Su-27/30, Hawk trainer, dan helikopter). Adapun TruVal Rating (TVR) Indonesia/ TNI AU sekitar 15-20 (estimasi berdasarkan skala; tidak dominan tapi solid di Asia Tenggara).
Sedangkan kekuatan Indonesia/ TNI AU, lanjut WDMMA, ialah fokus modernisasi dengan pengadaan Rafale dan KF-21, tapi tantangan di logistik dan jumlah fighter modern. Indonesia juga menempati posisi atas di ASEAN.
Posisi kedua ditempati Singapura, yang kemudian diikuti Thailand, Malaysia, Vietnam, Filipina, Myanmar, Brunei, Kamboja dan Laos. WDMMA dirilis setiap tahun, biasanya di akhir tahun atau awal tahun berikutnya (seperti edisi 2025 dirilis Oktober 2025). WDMMA dirilis oleh World Directory of Modern Military Aircraft, sebuah organisasi independen yang fokus pada analisis kekuatan angkatan udara global. Berbasis di Amerika Serikat (situs resmi wdmmma.org).
Foto : Istimewa
