Austria Defisit Tenaga Kerja, Retno Dorong Implementasi Rekrutmen Pekerja Profesional

Jakarta, GPriority.co.id – Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengungkapkan, saat ini Austria menghadapi tantangan shortage workforce atau kekurangan tenaga kerja. Diperkirakan tenaga yang diperlukan sekitar 15.000 tenaga kerja dari negara Non-UE hingga 2027.

Hal ini disampaikan Menlu Retno usai bertemu Menteri Luar Negeri Austria, Alexander Schallenberg di Wina, Austria pada Selasa (26/6).

Melihat situasi ini, Menlu Retni mendorong implementasi rekrutmen pekerja profesional dan terampil yang telah dilakukan penandatanganan MoU pada Mei lalu.

“Saya dorong agar implementasi kerja sama ini dapat segera terealisasi, untuk membuka akses pasar tenaga kerja Austria bagi pekerja terampil dari Indonesia,” ujar Retno dikutip dalam rilis resmi yang diterima, Rabu (27/6).

Dalam kesempatan itu, Menlu Retno juga mengapresiasi atas dukungan Austria senilai 40 juta Euro bagi pembangunan Pusat Pelatihan Vokasi di Medan, Serang dan Makassar.

Selain itu, kedua Menlu itu juga menyambut baik peningkatan intensitas kerja sama pendidikan tinggi antar kedua negara, baik yang dibiayai oleh LPDP, Indonesia–Austria Scholarship Programme (IASP), maupun the ASEAN-European Academic University Network program.

“Untuk kerja sama pendidikan, kami sepakat untuk memperbaharui dan memperluas kerja sama Pendidikan, antara lain dengan memasukkan elemenelemen kerja sama baru, seperti pelatihan untuk pengajar, kelas bahasa, program siswa magang, dan dual degree program,” ucapnya.

Foto: Kemlu