Buku ‘Cahaya Fajar dari Balik Gunung Mbaham’: Kisah Hidup Ali Baham Temongmere

Buku ‘Cahaya Fajar dari Balik Gunung Mbaham’: Kisah Hidup Ali Baham Temongmere Buku ‘Cahaya Fajar dari Balik Gunung Mbaham’: Kisah Hidup Ali Baham Temongmere

Jakarta, GPriority.co.id – Kisah hidup Ali Baham Temongmere (ABT) kini tercurah dalam buku hasil karya P3ISIP bersama Pewarna (Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia), bertajuk ‘Cahaya Fajar dari Balik Gunung Mbaham’.

Peluncuran dan bedah buku ‘Cahaya Fajar dari Balik Gunung Mbaham’ dilaksanakan pada Jumat (27/3) kemarin, di Hotel Redtop, Jakarta. Karya ini turut mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat dan Kemendagri (Kementerian Dalam Negeri).

Melalui sambutannya, Sekda Provinsi Papua Barat tersebut mengatakan jika ia tidak mengetahui isi buku tersebut. Dirinya hanya memberikan petunjuk, dan kemudian penulislah yang menelusurinya segala informasi hingga tertuang ke dalam sebuah buku.

Sebagai informasi, buku ‘Cahaya Fajar dari Balik Gunung Mbaham’ merupakan hasil karya 3 penulis Dwi Urip Premono, Wolas Krenak dan Yusuf Mujiono. Buku ini menceritakan kisah hidup dan kesuksesan kepemimpinan Ali Baham Temongmere, yang tidak terlepas dari warisan sejarah keluarganya.

“Dalam acara Kemendagri, ada yang menyebut saya mutiara terpendam dan saya bilang karena saya bukan dari laut lebih tepat saya dari balik gunung Mbaham, oleh karena itu jadilah judul buku ini,” tutur Ali Baham dalam acara peluncuran dan bedah bukunya.

Membangun Papua Dengan Hati

Acara tersebut juga turut dihadiri oleh  Marlina Flassy yang merupakan Akademisi dari Universitas Cendrawasih (Uncen). Marlina juga menjadi salah satu narasumber dalam buku ini. Marlina mengatakan, buku ini dapat menjadi referensi bagi seluruh calon pemimpin Indonesia dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di ufuk Timur Indonesia. 

“Pak ABT ini seorang pekerja keras, displin, dan modal inilah yang menjadikan dia pemimpin yang sukses. Catatan dari buku ini yaitu membangun Papua ya membangun dengan hati,” ujar Marlina.

Adapun acara peluncuran dan bedah buku ‘Cahaya Fajar dari Balik Gunung Mbaham’ turut dihadiri tokoh asal Papua dan Jakarta seperti Bernhard E. Rondonuwu dari Kemendagri, Amin DPRD Papua Barat, Jafar Ngabalin, Fajar Arif dan pejabat lainnya.

Acara tersebut juga diselingi dengan tausiah (kultum), serta berbuka puasa bersama.

Foto : GPriority/Nindya F. Azzahrah