Cegah Banjir, Pemkab Aceh Tamiang Bangun 17 Titik Krib di Hilir Sungai Tamiang

Aceh, Gpriority.co.id – Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh membangun 17 titik krib di wilayah hilir Sungai Tamiang guna mencegah banjir.

Seperti diketahui, saat ini tanggul sungai di wilayah hilir kondisinya memprihatinkan. Sebagian titik bahkan nyaris tak memiliki tanggul, sehingga kerap menyebabkan banjir terjadi di wilayah itu, terlebih ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.

“Kondisinya sudah sangat parah, kritis. Kita khawatir kalau kena banjir sekali lagi, ini akan hancur,” kata Pj Bupati Aceh Tamiang, Asra ketika meninjau pembuatan krib, Selasa (23/1).

Menurutnya, pembuatan krib merupakan salah satu solusi jangka pendek terbaik. Krib ini untuk mencegah kerusakan tanggul yang lebih parah.

Kendati demikian, Asra mengaku, Pemkab secara luas tak bisa menangani pengelolaan Sungai Tamiang, karena kewenangannya di bawah Pemerintah Aceh. Namun, ia menyebut pihaknya juga tidak bisa berpangku tangan begitu saja, mesti bersikap agar risiko banjir tidak meluas.

“Kita tidak bisa sepenuhnya. Karena tidak punya wewenang, tapi kondisi hari ini dilakukan dengan pola darurat dan mitigasi,” katanya.

Sejak dibangun di 2016 lalu, tanggul itu sudah berulang-ulang dihantam banjir, sehingga terjadi kerusakan yang sangat parah. Untuk itu, pihaknya berinisiatif melakukan pencegahan dini untuk menghindari kerugian yang lebih besar.

“Ini sekali pukul lagi roboh, perkampungan di sini akan terendam. Kami selaku pemerintah daerah wajib melindungi warga kami dari ancaman bahaya itu,” kata Asra.

Diakuinya kalau krib hanya bersifat sementara karena hanya untuk memperkecil gelombang sungai ke tanggul. Asra kembali mengingatkan agar Pemerintah Aceh melakukan penanganan serius karena ancaman banjir di daerah ini telah menghancukan pondasi perekonomian masyarakat.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, Iman Suhery menjelaskan, pihaknya memanfaatkan batang kelapa sawit untuk mengurangi ancaman banjir. Ditargetkan 17 tikungan sungai sudah dilengkapi krib pada tahun ini.

Proses pengerjaan krib ini mulai dilakukan BPBD di Pekan Seruway, Kecamatan Seruway, Aceh Tamiang sejak Selasa, 16 Januari 2024 lalu. Di lokasi ini ada tiga titik sungai yang dipasangi krib dengan estimasi pengerjaan selama 18 hari.

“Satu krib membutuhkan waktu enam hari, kita sudah selesai pada krib pertama, ini langsung dilanjutkan pada krib kedua,” kata Iman Suhery

Ia mengungkap, pembuatan krib ini menggunakan batang kelapa sawit yang diambil dari enklaf PT. Mopoli Raya. Dari lahan seluas tiga hektare itu, pihaknya mengambil sebanyak 300 batang kelapa sawit.

“Satu titik krib kurang lebih butuh 100 batang kelapa sawit, jadi jumlah batang kelapa sawitnya cukup,” kata dia.

“Penggunaan batang kelapa sawit ini merupakan kebijakan agar persoalan banjir di Aceh Tamiang bisa diminimalisir,” imbuhnya.

Foto: Zulfitra