Cegah Ujaran Kebencian, Pahami Berbahasa yang Benar dan Beretika di Ruang Digital

Manado,Gpriority-Bahasa dan etika menjadi dua sisi yang tidak terpisahkan dalam dunia digital. Jika salah menggunakannya maka akan menjadi berita bohong dan juga ujaran kebencian. Hal inilah yang dibahas dalam Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 12 Agustus 2021 di Manado, Sulawesi Utara.

Dalam acara yang diikuti 761 peserta, Kominfo, Siberkreasi dan Dyandra Promosindo mengangkat tema “Mari Berbahasa yang Benar dan Beretika di Ruang Digital”. Ketiga lembaga tersebut berharap dengan adanya tema tersebut maka para peserta bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Sesuai dengan tema, ketiga lembaga tersebut menghadirkan 4 narasumber yang ahli dibidangnya.Adapun narasumber yang dimaksud adalah Retno Manuhoro selaku dosen, Yenti Dwi Rositasari selaku pegiat literasi pendidikan, Mursyid selaku pegiat literasi, dan Hafiid Pratama selaku pemengaruh (influencer). Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi diselenggarakan dengan menargetkan 57.550 peserta.

Acara dibuka dengan sambutan penuh semangat dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengenai pentingnya literasi digital untuk kemajuan bangsa. “Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri. Jadi, saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti dengan kesiapan-kesiapan pengguna internetnya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif,” tutur Presiden.

Pemateri pertama adalah Retno Manuhoro dengan tema “Digital Skill and Online Learning”. Dalam sesinya, Retno memaparkan bahwa penggunaan teknologi dalam proses belajar-mengajar memiliki banyak keunggulan, seperti membantu guru untuk membuat siswa memahami pelajaran dengan lebih mudah, membuat siswa lebih tertarik untuk belajar, dan dapat mempermudah sistem administrasi di institusi pendidikan.

Sesi dilanjutkan oleh Hafiid Pratama yang membawakan tema “Hate Speech: Identifikasi Konten dan Regulasi yang Berlaku”. Hafiid menjelaskan, untuk meminimalisasi dampak dari ujaran kebencian, kita dapat melakukan beberapa hal, yaitu memblokir/mematikan/menghapusnya, mengalihkan perhatian, serta memaafkan. Menurut Hafiid, “kebencian tidak akan berhenti dengan kebencian lagi, hanya dengan cinta,” katanya.

Yenti Dwi Rositasari selaku pemateri ketiga membawakan tema “Memahami Batasan dalam Kebebasan Berekspresi di Dunia Digital”. Yenti menghimbau agar dalam berekspresi di dunia maya hendaknya menggunakan bahasa yang sopan dan beretika serta menghindari konten-konten negatif, ujaran kebencian, hoaks, dan paham radikalisme.

Sesi pemberian materi diakhiri oleh Mursyid dengan tema “Dunia Maya dan Rekam Jejak Digital”. Mursyid menuturkan bahwa jejak digital terbagi menjadi dua jenis, yaitu jejak digital pribadi, di mana aktivitas penjelajahan dan informasi data hanya diketahui oleh pengguna dan penyedia layanan, serta jejak digital publik, di mana aktivitas berbagi informasi ini dapat diakses oleh pengguna lainnya.

Selanjutnya, moderator melanjutkan acara dengan sesi tanya jawab yang ditanggapi secara antusias oleh para peserta. Terdapat hadiah berupa uang elektronik senilai masing-masing Rp100.000 yang diberikan panitia kepada 10 penanya yang beruntung. Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta.

Salah satu pertanyaan menarik datang dari peserta bernama Gita yang menanyakan tentang apa langkah yang tepat bagi orangtua untuk menyiapkan anak agar tidak tersesat di dunia digital. Menurut Yenti, keimanan yang kuat merupakan salah satu hal utama yang perlu dibekali oleh orang tua selaku pendidik pertama anak.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.(Hs.Foto.dok.Dyandra Promosindo)

Related posts