Jakarta, GPriority.co.id – Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), August Hamonangan, meminta Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tidak hanya fokus pada penataan kabel Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) di kawasan utama ibu kota, tetapi juga turun langsung meninjau kondisi kabel semrawut di wilayah permukiman.
Menurut August, penataan kabel bawah tanah di sejumlah kawasan protokol, seperti Kuningan, sudah menunjukkan hasil yang baik. Namun, kondisi tersebut dinilai belum merata karena masih banyak wilayah permukiman yang dipenuhi kabel menjuntai.
“Kalau kita melihat di Kuningan sudah aman dan sudah tertata dengan baik. Tapi sepertinya beliau enggan atau belum siap masuk ke wilayah-wilayah permukiman yang masih banyak persoalan kabel semrawut,” kata August kepada wartawan dikutip Jumat (17/7).
Ia menegaskan, sebagai kepala daerah, gubernur seharusnya memastikan pelayanan dan penataan kota dirasakan seluruh warga Jakarta, termasuk di kawasan pinggiran dan wilayah perbatasan.
“Namanya gubernur sebagai kepala daerah harus siap turun sampai ke pelosok-pelosok Jakarta. Bahkan nanti ketika mengurus kawasan aglomerasi, beliau juga harus siap melihat langsung kondisi di daerah perbatasan,” ujarnya.
August berharap Pramono turun langsung ke lapangan agar dapat melihat kondisi sebenarnya, termasuk keberadaan kabel utilitas yang dinilai masih semrawut dan membahayakan masyarakat.
“Kalau turun langsung, beliau bisa melihat sendiri bahwa memang masih banyak kabel menjuntai dan semrawut. Saya sudah beberapa kali berkeliling ke berbagai wilayah dan kondisi seperti ini masih dianggap hal yang biasa,” katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa persoalan kabel semrawut telah beberapa kali disampaikan oleh pengurus RT/RW kepada pemerintah, namun dinilai belum mendapat tindak lanjut yang memadai.
“RT/RW pernah menyampaikan kepada saya bahwa laporan soal kabel semrawut sudah berkali-kali disampaikan, mungkin sampai tujuh atau delapan kali. Karena itu saya berharap bukan hanya gubernur, tetapi juga Dinas Bina Marga lebih sensitif dan responsif dalam menangani persoalan ini,” pungkasnya.
Reportase : Dimas A. Putra
Foto : Istimewa
