Demi Kelancaran Arus Balik, Menhub Minta Angkutan Logistik Taat Aturan

Kenderaan angkutan barang/Foto Kemenhub

Jakarta, GPriority.co.id – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengimbau para pengusaha angkutan logistik untuk mematuhi Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Pengaturan Lalu Lintas dan Penyeberangan selama Angkutan Lebaran 2026.

Dalam SKB tersebut, operasional kendaraan angkutan barang dengan tiga sumbu atau lebih dibatasi pada 13–29 Maret 2026. Kebijakan ini bertujuan menjaga kelancaran arus mudik serta keselamatan pengguna jalan.

Imbauan ini disampaikan menjelang puncak arus balik Lebaran yang diprediksi terjadi dalam beberapa gelombang, yakni pada 24, 25, dan 27 Maret 2026.

“Menghadapi arus balik Lebaran yang diprediksi terjadi dalam beberapa gelombang, kami menyerukan para pengusaha angkutan logistik tetap mematuhi ketentuan pembatasan operasional kendaraan angkutan barang. Langkah ini penting untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas dan keselamatan seluruh pengguna jalan,” ujar Dudy di Jakarta, Senin (23/3).

Dudy menegaskan bahwa kepatuhan terhadap peraturan merupakan bagian dari upaya bersama untuk memastikan mobilitas masyarakat selama arus balik berlangsung aman, tertib, dan lancar. 

Ia juga berharap koordinasi serta disiplin seluruh pihak tetap terjaga hingga masa pembatasan berakhir.

Dudy turut mengapresiasi para pelaku usaha logistik yang telah mematuhi ketentuan tersebut, serta jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia yang terus melakukan pengawasan di lapangan.

“Kami mengapresiasi para pelaku usaha logistik yang telah menunjukkan kepatuhan, serta jajaran Polri yang konsisten mengawasi dan mengawal pelaksanaan kebijakan ini di lapangan. Sinergi yang baik ini sangat penting untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas dan keselamatan masyarakat, sehingga mobilitas pada masa arus balik dapat berlangsung aman, tertib, serta lancar,” jelas Dudy.

Di sisi lain, Dudy mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan arus balik untuk merencanakan waktu keberangkatan dengan baik dan menghindari waktu-waktu puncak. Dengan pengaturan perjalanan yang lebih tersebar, diharapkan kepadatan lalu lintas dapat diminimalkan.

Dudy juga mengajak masyarakat untuk tetap tertib berlalu lintas, mematuhi rambu, serta mengikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan selama perjalanan.

“Pemerintah bersama para pemangku kepentingan terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap dinamika pergerakan arus balik di berbagai simpul transportasi. Kami berharap masyarakat dapat mengikuti arahan petugas di lapangan serta memanfaatkan informasi resmi yang disampaikan agar perjalanan dapat berlangsung tertib dan selamat,” pungkasnya.