Ilmuwan Temukan Bumi Menghangat Lebih Cepat: Kondisinya Memburuk

Ilustrasi iklim bumi yang kian berubah lebih cepat/Foto : Dok. Unsplash Ilustrasi iklim bumi yang kian berubah lebih cepat/Foto : Dok. Unsplash

Jakarta, GPriority.co.id – Para ilmuwan telah menemukan bahwa bumi menghangat dengan laju rata-rata 0,35 derajat Celsius dalam dekade terakhir, jauh lebih tinggi daripada peningkatan 0,2 derajat Celsius yang biasanya tercatat dalam 50 tahun terakhir.

Dilansir dari laporan WIO News, para ahli perubahan iklim sebelumnya mencatat bahwa Bumi akan secara permanen melewati ambang batas pemanasan 1,5 derajat pada akhir dekade ini. Tetapi studi ini menunjukkan bahwa manusia mungkin telah sepenuhnya salah menghitung seberapa buruk keadaan sebenarnya.

Kumpulan data pengukuran suhu global dari lima organisasi besar, termasuk NASA dan NOAA, dianalisis oleh tim peneliti untuk menentukan laju pemanasan Bumi. Ini tidak termasuk pengaruh alami seperti peristiwa El Niño, letusan gunung berapi, dan pemanasan matahari.

Penulis bersama studi, Stefan Rahmstorf, seorang peneliti di Institut Penelitian Dampak Iklim Potsdam di Jerman, mengatakan, “Data yang disesuaikan menunjukkan percepatan pemanasan global sejak 2015 dengan kepastian statistik lebih dari 98 persen, konsisten di semua kumpulan data yang diperiksa dan independen dari metode analisis yang dipilih.”

Temuan yang mengkhawatirkan ini berarti bahwa semua ambang batas iklim yang telah ditetapkan para ilmuwan akan tercapai jauh lebih cepat dari yang diperkirakan. Studi sebelumnya juga menunjukkan bahwa dunia telah memanas dengan laju 0,27 derajat Celsius, hanya sedikit lebih tinggi dari perkiraan yang umum. Tetapi untuk menetapkan angka 0,35, dikurangi pengaruh peristiwa cuaca Solar Maximum dan El Niño, menghadirkan gambaran yang menakutkan.

Robert Rohde, kepala ilmuwan di Berkeley Earth, mengatakan kepada Nature bahwa menghilangkan pengaruh alami dapat menghasilkan perkiraan yang “tidak sempurna”, tetapi bahkan menurunkan perkiraan tersebut akan menempatkan angka tersebut pada 0,30 derajat Celsius.

“Seberapa cepat Bumi terus menghangat pada akhirnya bergantung pada seberapa cepat kita mengurangi emisi CO2 global dari bahan bakar fosil hingga nol,” kata Rahmstorf dalam sebuah pernyataan.

Untuk mengendalikan perubahan iklim, ada kebutuhan mendesak untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. Ketergantungan pada bahan bakar fosil perlu dihilangkan sepenuhnya, dan negara-negara harus secara proaktif mulai berinvestasi dalam energi hijau.

Lapisan es dan gletser mencair, yang dapat meningkatkan permukaan laut, memicu kekhawatiran bagi daerah pesisir. Siklus cuaca telah berubah drastis di beberapa bagian dunia karena perubahan iklim.

Gletser Kiamat, atau Gletser Thwaites, dapat mencair sepenuhnya pada tahun 2100, menyebabkan sebagian besar wilayah terendam air. Para ahli telah menyerukan tindakan mendesak, dan sekarang studi terbaru menunjukkan bahwa kita mungkin sudah terlambat.