DPR RI Desak Pemerintah Larang WNA Masuk Selama PPKM Darurat

Anggota Komisi V DPR RI Irwan mendesak pemerintah pusat untuk segera menutup pintu masuk perjalanan internasional. Menurut Irwan, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat tidak akan berjalan maksimal bila yang dibatasi hanya pergerakan warga dalam negeri.

Tidak bisa dipungkiri sejumlah varian baru virus Covid-19 berasal dari luar negeri seperti India, Inggris, dan Afrika Selatan. Hal ini tentu menjadi antisipasi untuk pemerintah menutup pintu masuk perjalanan internasional baik di darat, laut, terlebih lagi di udara. Kebijakan larangan WNA masuk Indonesia selama penerapan PPKM Darurat bisa menjadi langkah antisipasi virus baru dari luar negeri masuk Indonesia.

Dalan siaran pers DPR, Senin (5/6/2021) Irwan mendukung Langkah pemerintah dalam penyekatan sejumlah titik di Jadetabek. Namun demikian, Irwan mengingatkan penyekatan tersebut perlu di sertai sosialisasi masif.
“Saya sepakat dengan upaya penyekatan yang dilakkukan oleh kepolisian baik jalan-jalan strategis di dalam kota Jakarta maupun di perbatasan masuk dan keluar Jakarta. Namun kita juga harus ingat virus ini bukan virus endemic, tapi virus yang datang dari luar negeri” ujar Irwan.

Untuk diketahui, pemerintah mulai menerapkan PPKM Darurat mulai 3 Juli sampai 20 Juli 2021. Sejumlah pengetatan pembatasan pun diterapkan untuk menekan laju peningkatan kasus penularan covid-19.

Namun, sebanyak 20 tenaga kerja asing (TKA) dari China tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (3/7) malam. Puluhan TKA China itu masuk Indonesia di tengah pandemi yang kini melanda negeri.

Kedatangan pekerja asal China tersebut menjadi sorotan masyarakat lantaran saat ini pemerintah tengah menerapkan PPKM Darurat Jawa-Bali untuk menekan laju penyebaran covid-19.(Sof.Foto.Istimewa)

Related posts