Jakarta, GPriority.co.id – Kasus Covid-19 telah dinyatakan berakhir di Indonesia pada tahun 2023 lalu. Sayangnya, kini kasus Covid-19 dilaporkan kembali melonjak di Singapura dan Hong Kong.
Seperti dilansir dari laman Otoritas kesehatan di Hong Kong dan Singapura, terdapat lonjakan kasus Covid-19 terbaru. Hal ini disebut sebagai gelombang baru penyebaran virus di Asia.
Di Hong Kong, aktivitas virus dikabarkan meningkat dengan persentase sampel positif tertinggi dalam setahun, yang diperparah dengan lonjakan kasus dan kematian. Peningkatannya juga terdeteksi dari jumlah virus dalam air limbah, konsultasi medis, dan rawat inap di negara tersebut.
Sementara, pemerintah Singapura mencatat kenaikan kasus Covid-19 sebesar 28 persen dan peningkatan rawat inap harian sekitar 30 persen dalam sepekan hingga 3 Mei 2025 lalu.
Melihat kondisi ini, Kementerian Kesehatan Singapura memberi pernyataan jika lonjakan kasus tersebut disebabkan oleh menurunnya kekebalan populasi, kendati belum adanya bukti varian baru yang lebih menular atau mematikan.
Kini, Covid-19 telah dianggap sebagai penyakit yang dapat muncul secara berkala. Otoritas kesehatan di Singapura dan Hong Kong pun senada mengimbau masyarakat untuk terus memperbarui vaksinasi, terutama bagi mereka yang termasuk dalam kelompok rentan.
Sebagai informasi, gejala umum dari Covid-19 diantaranya seperti sakit tenggorokan, hidung tersumbat, batuk, demam ringan, serta kelelahan yang juga perlu diwaspadai.
Di Indonesia, Kemenkes RI menegaskan jika vaksinasi Covid-19 tetap diberikan secara gratis kepada kelompok masyarakat yang rentan.
Jika gelombang Covid-19 kembali terjadi, maka dapat dipastikan pemerintah akan kembali menerapkan regulasi wajib vaksin serta lockdown untuk menghindari keramaian dan penyebaran virus di tanah air.
Foto : Dok. Southeast Asia Globe
