Jakarta, GPriority.co.id – Euforia masyarakat di seluruh dunia belum berakhir meski gelaran Piala Dunia 2026 akan berakhir.
Argentina dijadwalkan akan bertarung melawan Spanyol pada Final Piala Dunia 2026, Senin (20/7) mendatang, usai mengalahkan Inggris dengan skor 2-1.
Namun selain pertandingannya, publik juga menyoroti hal-hal lain, salah satunya terkait gaji wasit Piala Dunia 2026.
Menurut laporan The Times, sejak Piala Dunia 2018, FIFA sudah memberikan gaji pokok untuk para wasit sebesar USD70 ribu atau sekitar Rp1,25 miliar selama turnamen tersebut berlangsung.
Sementara untuk asisten wasit, mendapatkan gaji pokok sebesar USD25 ribu atau sekitar Rp450 juta hingga akhir pertandingan. Besaran tersebut bertahan hingga Piala Dunia 2022 di Qatar.
Namun untuk pagelaran Piala Dunia 2026, The Times menyebut base fee wasit utama naik menjadi sekitar USD100 ribu (Rp1,8 miliar), sedangkan asisten wasit masih sama di angka USD25 ribu (Rp450 juta).
Tak sampai disitu, wasit juga mendapatkan bayaran atau honor tambahan per pertandingan sebesar USD3.000 atau sekitar Rp54 juta per pertandingan untuk fase grup, dan USD10.000 atau sekitar Rp180 juta per pertandingan untuk babak knockout hingga final.
Terlebih lagi apabila wasit dipercaya memimpin pertandingan hingga fase gugur, semakin besar honor yang akan diterimanya.
Selain wasit di lapangan, asisten wasit juga menerima honor pertandingan sekitar USD2.500 atau sekitar Rp45 juta untuk fase grup dan USD5.000 atau sekitar Rp90 juta untuk babak knockout hingga final.
Begitupun dengan Video Match Official (VAR) yang juga menerima kompensasi dengan skema yang dilaporkan serupa, yaitu honor dasar sekitar USD25.000 atau sekitar Rp450 juta, ditambah dengan honor per pertandingan sesuai fase turnamen.
6 Syarat Menjadi Wasit Piala Dunia
Sementara itu untuk menjadi wasit Piala Dunia, seorang wasit tidak bisa langsung mendaftar. Mereka harus melalui proses pembinaan bertahun-tahun oleh asosiasi sepak bola nasional, konfederasi (AFC, UEFA, CONMEBOL, dan lainnya), hingga dipilih langsung oleh FIFA berdasarkan performa.
Berikut 6 syarat utamanya berdasarkan FIFA dan International Football Association Board (IFAB) :
1. Memiliki lisensi wasit FIFA (FIFA Referee Badge)
Wasit harus terlebih dahulu menjadi wasit nasional di negaranya. Setelah memenuhi kriteria pengalaman dan kualitas, asosiasi sepak bola nasional (misalnya PSSI) dapat mengusulkan namanya untuk memperoleh lisensi FIFA.
Kuota lisensi FIFA untuk setiap negara terbatas dan dievaluasi setiap tahun. Berpengalaman memimpin pertandingan level tertinggi.
2. FIFA memilih wasit yang secara konsisten memimpin pertandingan
Wasit harus konsisten memimpin pertandingan Liga domestik kasta tertinggi, kompetisi antarklub internasional (misalnya Liga Champions AFC atau UEFA), serta pertandingan tim nasional dan turnamen FIFA.
Direktur Perwasitan FIFA, Massimo Busacca, menjelaskan bahwa calon wasit Piala Dunia dipantau melalui seminar, lokakarya, dan evaluasi berkelanjutan selama beberapa tahun.
3. Lulus tes kebugaran fisik FIFA
Seorang wasit wajib lolos tes fisik yang ketat, antara lain sprint berulang, tes daya tahan (interval test), serta pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh.
Kebugaran menjadi salah satu faktor utama karena wasit bisa berlari lebih dari 10 kilometer dalam satu pertandingan.
4. Memiliki pemahaman mendalam tentang Laws of the Game
Wasit harus menguasai seluruh aturan permainan yang diterbitkan IFAB, termasuk perubahan aturan terbaru, penerapan VAR, offside, handball, hingga manajemen pertandingan.
5. Lulus evaluasi performa dan integritas
FIFA menilai akurasi pengambilan keputusan. konsistensi memimpin pertandingan, kemampuan mengendalikan pemain, dan integritas dan profesionalisme. Seluruh pertandingan yang dipimpin calon wasit dianalisis secara rutin oleh instruktur FIFA.
6. Mengikuti program pembinaan FIFA (FIFA Team One)
Menjelang Piala Dunia, wasit terpilih mengikuti seminar teknis, latihan fisik harian, simulasi pertandingan, hingga pelatihan penggunaan teknologi seperti VAR, semi-automated offside, dan goal-line technology.
