Bandung, GPriority.co.id – Kegiatan Asosiasi Sekretaris DPRD Kabupaten/Kota Seluruh Indonesia (Asdeksi) 2026 yang digelar di Bandung, Jumat (24/4), menjadi momentum penting dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) sekretariat DPRD di tingkat nasional.
Mengusung tema “Peran strategis sekretariat DPRD dalam menghadapi dinamika regulasi, meningkatkan profesionalisme kelembagaan serta mewujudkan tata kelola keuangan yang akuntabel”, forum ini dihadiri oleh para sekretaris dewan dari berbagai daerah, termasuk Sekretaris DPRD Kabupaten Minahasa Selatan, Lucky U.S. Tampi, S.H.
Dalam wawancara di sela kegiatan bersama GPriority, Sekwan Lucky Tampi menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan tersebut memberikan dampak positif yang signifikan, khususnya bagi sekretariat DPRD di daerah. Ia menilai forum seperti Asdeksi bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian penting dari proses peningkatan kapasitas internal kelembagaan.
“Untuk pelaksanaan kegiatan hari ini, kami dari Sekretariat DPRD daerah, khususnya dari Kabupaten Minahasa Selatan, sangat merasakan manfaat positif. Kegiatan ini memang sudah cukup lama saya ikuti, dan secara internal ini menjadi bagian dari proses peningkatan kapasitas kami dalam menunjang pelaksanaan tugas dan fungsi DPRD,” ujarnya.
Menurutnya, dinamika regulasi yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir menuntut aparatur sekretariat DPRD untuk lebih adaptif dan responsif. Perubahan aturan yang cepat kerap menjadi tantangan tersendiri, terutama dalam memastikan kebijakan dan pelaksanaan tugas tetap selaras dengan ketentuan yang berlaku.
“Banyak hal yang kami dapat dari kegiatan seperti ini, termasuk hari ini. Materi yang disampaikan sangat membantu kami dalam menyesuaikan diri dengan program-program dan regulasi yang berkembang begitu cepat. Ini penting karena kita di daerah dituntut segera melakukan penyesuaian,” jelasnya.
Lebih lanjut, Lucky menyoroti posisi strategis sekretariat DPRD sebagai pendukung utama lembaga legislatif daerah yang berada dalam ranah politik. Ia mengakui bahwa dalam praktiknya, seringkali terdapat dinamika antara keinginan anggota DPRD dengan aturan yang berlaku.
“Kita bekerja di lembaga politik, sehingga wajar jika ada berbagai kepentingan atau keinginan dari anggota DPRD yang kadang bertentangan dengan regulasi. Di sinilah tugas sekretariat untuk meluruskan dan memastikan semua berjalan sesuai aturan,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan Asdeksi ke depan agar semakin ditingkatkan, baik dari sisi kualitas materi maupun narasumber. Menurutnya, pemateri yang kompeten dan relevan dengan kondisi terkini sangat dibutuhkan untuk memperkaya pemahaman peserta.
“Kami sangat mendukung kegiatan Asdeksi hari ini dan ke depan. Harapannya, kegiatan seperti ini semakin dimantapkan dengan menghadirkan pemateri yang mampu memberikan pemahaman lebih mendalam terkait kondisi terkini, terutama dalam pengelolaan keuangan daerah dan sekretariat DPRD,” ungkap Lucky.
Selain itu, ia menekankan pentingnya kesinambungan kegiatan peningkatan kapasitas bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya di lingkungan sekretariat DPRD. Menurutnya, tanpa pembaruan pengetahuan dan pemahaman terhadap regulasi, kinerja kelembagaan akan tertinggal.
“Kami sebagai ASN memang perlu terus meningkatkan kapasitas. Tanpa pemahaman aturan yang memadai dan kemampuan beradaptasi dengan perubahan yang cepat, kita pasti akan tertinggal. Kegiatan seperti ini menjadi sarana agar kita tetap berada di jalur yang benar dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab,” katanya.
Menutup pernyataannya, Lucky berharap forum Asdeksi dapat terus menjadi wadah strategis dalam membangun profesionalisme sekretariat DPRD di seluruh Indonesia. Ia optimistis, melalui peningkatan kapasitas SDM yang berkelanjutan, sekretariat DPRD dapat semakin optimal dalam mendukung fungsi legislatif serta mewujudkan tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan transparan.
“Kami berharap kegiatan seperti ini terus diperbanyak. Dengan begitu, kami bisa terus belajar, beradaptasi, dan menjalankan tugas dengan lebih baik ke depan,” pungkasnya.
