Harga Ayam dan Telur Terus Melonjak, MBG Jadi Penyebabnya?

harga ayam dan telur di pasar terus melonjak, program MBG disebut jadi penyebabnya/Foto : Ilustrasi Dok. Adobe Stock harga ayam dan telur di pasar terus melonjak, program MBG disebut jadi penyebabnya/Foto : Ilustrasi Dok. Adobe Stock

Jakarta, GPriority.co.id – Harga ayam dan telur dilaporkan terus melonjak. Per Selasa (21/10) kemarin, harga daging ayam ras naik 7,56 persen menjadi Rp37.683 per ekor dibandingkan dengan bulan Juni lalu.

Sementara itu, harga telur ayam ras naik 4,39 persen menjadi Rp30.522 per kg dibandingkan pada bulan Juni lalu, sebagaimana dilaporkan Badan Pangan Nasional. Banyak yang menilai jika kenaikan harga ini disebabkan oleh melonjaknya permintaan akibat kebutuhan produk yang meningkat untuk pemenuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurut Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, program MBG memang menjadi penyebab melonjaknya harga ayam dan telur di pasar, sebagaimana dilansir dari laporan ANTARA pada Rabu (22/10).

“Wakil Kepala Kadin menyatakan sekarang harga ayam menaik, meningkat, karena kebutuhan MBG. Saya kira ini ada benarnya,” ujar Dadan.

Dadan menyebut, setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) melayani sekitar 3 ribu penerima manfaat. Oleh sebab itu, dibutuhkan 350 kg ayam serta 3 ribu butir telur ayam per harinya.

Menyoroti kondisi ini, Direktur Eksekutif CELIOS, Bhima Yudhistira berpendapat jika pelaksanaan MBG dapat menjadi pemicu kenaikan harga pangan di pasar. Pasalnya, salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut memenuhi permintaan dengan melalui kontrak pasok besar dari perusahaan unggas, bukan dari peternak langsung.

Kondisi tersebut akhirnya menyebabkan stok ayam di kalangan peternak menjadi semakin menipis.

“Kondisi ini membuat stok ayam langka dan harga melonjak. Begitu juga dengan telur,” ujar Bhima.

Di sisi lain, Nailul Huda selaku Direktur Ekonomi CELIOS berpendapat seharusnya kenaikan harga tak terjadi apabila stok bahan pangan surplus. Ia melihat permsalahan pada faktor penawaran yang terjadi saat ini karena harga jagung yang menjadi bahan utama pakan ayam juga mengalami kenaikan.

Menurut Nailul harga ayam dan telur ayam 70 persen berpengaruh dari harga pakan ternak. Oleh sebab itu, Kepala BGN melaporkan saat ini dibutuhkan tambahan peternak baru serta 8-10 hektare lahan yang akan dimanfaatkan untuk menanam jagung supaya pangan ayam dapat terpenuhi.