Imbas Dialihkan ke Dishub, Banyak Lampu PJU di Kota Tarakan Yang Mati, Ini Sebabnya

GPRIORITY, TARAKAN – Penerangan jalan umum (PJU) yang awalnya berada di bawah kendali Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Tarakan, Kalimantan Utara mulai 2021 dialihkan ke Dinas Perhubungan (Dishub).

Pada masa peralihan itu banyak lampu PJU yang mati, sehingga dikeluhkan masyarakat, utamanya warga yang berada di daerah pinggiran.

Warga Pantai Amal, Khaeruddin mengatakan mulai dari Telaga Keramat hingga ke Universitas Borneo Tarakan (UBT) terdapat beberapa titik PJU yang mati sehingga suasana jalan menjadi gelap.

Kondisi ini dikhawatirkan akan memancing adanya tindakan kriminalitas yang membahayakan warga saat melintas.

“Bahkan, belakangan ini kriminalitas meningkat. Dan itu terekam CCTV, . Jadi kami yang setiap hari melewati jalan tersebut was-was juga,” imbuhnya, Kamis (12/8/2021).

Sehingga, dirinya meminta pemerintah melalui dinas terkait melakukan perbaikan supaya PJU bisa kembali menerangi jalanan.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Tarakan, Muhammad Haidir menjelaskan, pihaknya sedang melakukan pendataan dengan melibatkan kelurahan.

Sehingga, kata dia bakal dianggarkan melalui APBD Perubahan 2021. Namun, bila tidak mencukupi akan dilanjutkan melalui APBD murni 2022.

“PJU baru tahun ini masuk di Dishub. Kami sedang melakukan validasi data terhadap seluruh titik PJU yang ada sekitar 5.000 titik. Kita pilah mana yang perlu penanganan, karena laporan dari kelurahan ada ribuan juga yang mati,” terangnya.

“Makanya kita sinkronkan data kita dengan kelurahan. Sehingga kami data ulang semua untuk diprogramkan perbaikan,” tambah Haidir.

Menurut Haidir, pemerintah kota akan menyeriusi perbaikan PJU tersebut.

Lantaran, sesuai komitmen wali kota yang telah memerintahkan Dishub untuk melakukan perbaikan.

Selain itu, sedang dilakukan upaya koordinasi dengan pemerintah pusat untuk mendapatkan bantuan PJUS (penerangan jalan umum tenaga surya).

“Mana yang duluan kita dapat, itu yang akan kita laksanakan. Mudah-mudahan semua dapat terealisasi sehingga Tarakan kembali terang benderang,” ungkapnya.

Haidir mentaksir, perbaikan PJU menggunakan APBD akan menelan anggaran sekitar Rp700 juta sampai Rp1 miliar. (FBI)

Related posts