Pemkab Bulungan Siapkan Rp8,4 Miliar Pemkab Bulungan Siapkan Rp8,4 Miliar Untuk Insentif Nakes, Tapi Belum Semua Tersalurkan, Karena Ini

GPRIORITY, TANJUNG SELOR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan telah menyiapkan alokasi anggaran untuk insentif bagi para tenaga kesehatan (Nakes) sekira Rp8,4 miliar.

Kendati begitu, sesuai informasi yang diperoleh, belum semua Nakes di Kabupaten Bulungan terbayarkan insentifinya secara menyeluruh.

Diketahui Pemkab Bulungan masih memiliki tunggakan selama 2 bulan pada 2020 lalu.

Bupati Bulungan Syarwani mengaku, informasi yang ia terima untuk insentif Nakes periode Januari hingga Juni 2021 sudah terbayarkan.

Namun, Pemkab Bulungan masih ada tunggakan pada 2020 lalu.

“Ini kita masih ada tunggakan dua bulan (November-Desember 2020) yang belum terbayarkan. Tapi tunggakan itu tetap dialokasikan melalui APBD perubahan 2021 ini,” kata Syarwani, Kamis (12/8/2021).

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bulungan, Imam Sujono menuturkan, insentif untuk para Nakes belum disalurkan secara keseluruhan.

Karena masih ada Nakes yang belum menginput data ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

“Data langsung diinput ke Kementerian Kesehatan. Kita tidak ada kewenangan untuk itu,” pungkasnya.

Menurut Imam, untuk insentif Nakes di RSD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Tanjung Selor, baru terbayarkan sampai  Maret

“Sebenarnya pembayaran sampai bulan enam sudah disiapkan anggaran sebesar Rp4,2 miliar. Tetapi, yang sudah terbayarkan baru sekitar Rp2 miliar lebih. Itu tadi, masih ada administrasi yang belum klir,” bebernya.

Secara keseluruhan, lanjut Imam, setiap tahun Pemkab Bulungan mengalokasi anggaran sekitar Rp8,4 miliar.

Nilai insentif yang diterima Nakes berbeda-beda. Hal itu disesuaikan dengan jumlah kasus dan luas wilayah.

Sementara itu, disinggung soal tunggakan November-Desember 2020 yang belum terbayarkan, Imam memastikan insentif akan tetap dibayar dan menunggu anggaran perubahan.

“Nakes di Puskesmas tinggal bulan Desember yang belum terbayarkan. Sedangkan di RSD bulan November-Desember. Itu nanti dialokasikan melalui anggaran perubahan. Sebenarnya, Nakes di Puskesmas maupun RSD tidak ada masalah. Hanya kendala di administrasi. Menunggu waktu pembayaran saja. Ya sementara bersabar dulu,” ujar Imam.

FBI Insentif Nakes, Tapi Belum Semua Tersalurkan, Karena Ini

GPRIORITY, TANJUNG SELOR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan telah menyiapkan alokasi anggaran untuk insentif bagi para tenaga kesehatan (Nakes) sekira Rp8,4 miliar.

Kendati begitu, sesuai informasi yang diperoleh, belum semua Nakes di Kabupaten Bulungan terbayarkan insentifinya secara menyeluruh.

Diketahui Pemkab Bulungan masih memiliki tunggakan selama 2 bulan pada 2020 lalu.

Bupati Bulungan Syarwani mengaku, informasi yang ia terima untuk insentif Nakes periode Januari hingga Juni 2021 sudah terbayarkan.

Namun, Pemkab Bulungan masih ada tunggakan pada 2020 lalu.

“Ini kita masih ada tunggakan dua bulan (November-Desember 2020) yang belum terbayarkan. Tapi tunggakan itu tetap dialokasikan melalui APBD perubahan 2021 ini,” kata Syarwani, Kamis (12/8/2021).

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bulungan, Imam Sujono menuturkan, insentif untuk para Nakes belum disalurkan secara keseluruhan.

Karena masih ada Nakes yang belum menginput data ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

“Data langsung diinput ke Kementerian Kesehatan. Kita tidak ada kewenangan untuk itu,” pungkasnya.

Menurut Imam, untuk insentif Nakes di RSD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Tanjung Selor, baru terbayarkan sampai  Maret

“Sebenarnya pembayaran sampai bulan enam sudah disiapkan anggaran sebesar Rp4,2 miliar. Tetapi, yang sudah terbayarkan baru sekitar Rp2 miliar lebih. Itu tadi, masih ada administrasi yang belum klir,” bebernya.

Secara keseluruhan, lanjut Imam, setiap tahun Pemkab Bulungan mengalokasi anggaran sekitar Rp8,4 miliar.

Nilai insentif yang diterima Nakes berbeda-beda. Hal itu disesuaikan dengan jumlah kasus dan luas wilayah.

Sementara itu, disinggung soal tunggakan November-Desember 2020 yang belum terbayarkan, Imam memastikan insentif akan tetap dibayar dan menunggu anggaran perubahan.

“Nakes di Puskesmas tinggal bulan Desember yang belum terbayarkan. Sedangkan di RSD bulan November-Desember. Itu nanti dialokasikan melalui anggaran perubahan. Sebenarnya, Nakes di Puskesmas maupun RSD tidak ada masalah. Hanya kendala di administrasi. Menunggu waktu pembayaran saja. Ya sementara bersabar dulu,” ujar Imam. (FBI)

Related posts