Indonesia Gaungkan Pendidikan di Dunia Bergema Kembali

Jakarta,GPriority.co.id-Pendidikan itu penting guna meningkatkan SDM menjadi berkualitas. Untuk itulah Pemerintah Indonesia menggaungkan pendidikan kembali bergema di dunia pasca Covid-19.

” Covid-19 membuat dunia pendidikan terkena imbasnya sehingga membuat pembelajaran jarak jauh. Namun berdasarkan pantauan PJJ tidak berjalan dengan baik. Untuk itulah ditengah menurunnya Covid-19, Indonesia menggaungkan kembali dunia pendidikan kepada dunia,” jelas Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemedikbudristek), selaku pengampu Kelompok Kerja Pendidikan (Education Working Group/EdWG) G20, dalam acara webinar yang membahas kelanjutan isu prioritas pemulihan pendidikan global.

Forum EdWG G20 seri ketiga, sebagai rangkaian Presidensi G20 Indonesia 2022, digelar secara hibrida di Bandung, Jawa Barat, pada 27–28 Juli 2022. Pertemuan itu merupakan tindak lanjut dari pertemuan kedua EdWG G20 yang dilakukan pada Mei lalu.

Chair of G20 EdWG Iwan Syahril mengatakan, Kemendikbudristek terus memperkuat komitmennya dalam mengajak dunia bergotong royong untuk pulih bersama dari pandemi. “Melalui pertemuan ketiga ini, Kemendikbudristek bersama para delegasi negara-negara anggota G20, negara undangan khusus, organisasi internasional, serta kelompok kerja (working group), dan kelompok pelibatan (engagement group) akan berdiskusi lebih lanjut jelang pertemuan tingkat menteri pendidikan pada September,” ujar Iwan Syahril, Rabu (27/7/2022).

Terkait pelaksanaan pertemuan di Bandung, Iwan menyampaikan, falsafah masyarakat Sunda yang erat kaitannya dengan gotong royong untuk pulih bersama yang diusung Presidensi G20 Indonesia, yakni silih asih, silih asah, silih asuh, silih wawangi. Silih yang berarti “saling”, mengandung makna transformatif yang bersifat resiprokal. “Pada pertemuan-pertemuan G20 bidang pendidikan yang kita pimpin, para delegasi saling memberikan respons. Tujuannya, untuk bertransformasi bersama dan bergotong royong untuk mencapai pemulihan global, khususnya di bidang pendidikan,” kata Iwan, yang juga Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbudristek.
Pada pertemuan ketiga EdWG ini, Kemendikbudristek memimpin pembahasan terkait beberapa agenda prioritas, yaitu solidaritas dan kemitraan, serta masa depan dunia kerja pasca-Covid-19. Kemendikbudristek juga memimpin pembahasan lebih lanjut terkait laporan G20 EdWG, serta draf Deklarasi Menteri Pendidikan yang sempat dibahas pada pertemuan sebelumnya.

Tak hanya itu, Kemendikbudristek mengajak para delegasi untuk berdiskusi pembahasan terbaru komitmen dunia di bidang pendidikan yang telah dibahas pada Transforming Education Pre-Summit di Juni lalu. Adapun kegiatan tersebut merupakan rangkaian acara menuju pertemuan Transforming Education Summit (TES) yang direncanakan akan dilaksanakan pada September 2022 diinisiasi oleh Unesco.

Chair of G20 EdWG Iwan Syahril mengatakan, partisipasi Kemendikbudristek pada pertemuan tersebut merupakan bagian dari upaya Indonesia untuk membawa suara, inisiatif, dan komitmen EdWG G20 ke forum yang lebih besar dan lebih mendunia.

Mengacu pertemuan pre-TES, Iwan menilai, empat agenda prioritas yang diusung Indonesia pada G20 bidang pendidikan sejalan dengan lima tema aksi TES. “Kedua forum (TES dan EdWG G20) memiliki semangat yang sama untuk mentransformasi pendidikan sebagai bagian dari komitmen global kita untuk pulih dari dampak pandemi. Upaya transformatif ini kita lakukan demi peserta didik dan pendidik di seluruh dunia dan untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) 2030,” kata Iwan Syahril.

Dalam pertemuan ketiga ini, Alternate Chair EdWG Anindito Aditomo yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen (BSKAP) Kemendikbudristek memimpin pembahasan mengenai laporan EdWG G20. TES merupakan wadah untuk menyebarkan semangat, komitmen, dan kemauan politik yang lebih besar untuk mengembalikan kemunduran pencapaian SDGs yang keempat, membayangkan dan menata kembali pendidikan, serta mempercepat kemajuan pendidikan dan pencapaian Agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 2030.

Pada pertemuan EdWG G20 kedua pada Mei lalu, terobosan-terobosan Merdeka Belajar telah diangkat sebagai contoh praktik baik yang menjadi tonggak gotong royong transformasi pendidikan di Indonesia, sekaligus sebagai dasar agenda prioritas bidang pendidikan G20. Hal itu sejalan dengan nilai gotong royong serta visi yang diutarakan oleh Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim, pada pertemuan EdWG G20 kedua. Yakni bahwa Indonesia telah melihat ke masa depan, dan mengajak dunia untuk turut bergerak ke masa depan.(Hs.Foto.Setkab)

Related posts