Jakarta, GPriority.co.id – Banyak orang memilih menggunakan softlens (lensa kontak) saat bepergian karena lebih praktis dibandingkan kacamata.
Namun, dokter mata memperingatkan bahwa kebiasaan memakai softlens selama penerbangan, terutama dalam perjalanan jarak jauh, dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan mata, mulai dari iritasi hingga infeksi serius.
Peringatan tersebut disampaikan oleh Dr. Priya M. Mathews, Direktur Cornea and Ocular Surface Disease di Center for Sight, yang menjelaskan bahwa penggunaan softlens sebenarnya masih aman pada kondisi tertentu.
“Jika mata Anda sehat, penerbangan berlangsung singkat hingga sedang, dan Anda tidak berencana tidur selama penerbangan, secara umum tidak masalah memakai lensa kontak,” ujar Mathews dikutip dari laporan NY Post pada Rabu (8/7).
Meski demikian, ia menekankan bahwa kondisi di dalam kabin pesawat sangat berbeda dibandingkan di darat. Udara di dalam kabin memiliki kelembapan yang sangat rendah sehingga membuat mata lebih cepat kering. Akibatnya, pengguna softlens dapat merasakan mata berpasir, tidak nyaman, memerah, hingga nyeri.
“Sebagian pengguna lensa kontak merasakan mata menjadi tidak nyaman, terasa berpasir, atau lebih sensitif saat berada di pesawat. Banyak yang tidak menyadari bahwa gejala tersebut disebabkan oleh mata kering yang memburuk di lingkungan kabin,” jelas Mathews.
Selain udara yang kering, tekanan kabin juga mengurangi suplai oksigen ke kornea. Kombinasi kedua faktor tersebut dapat membuat softlens menempel lebih kuat pada permukaan mata dan bahkan menyebabkan luka mikroskopis pada kornea.
Dalam kasus yang jarang terjadi, kondisi tersebut berpotensi memicu infeksi serius hingga gangguan penglihatan permanen.
Peringatan serupa disampaikan Dr. Arjan Hura, dokter bedah katarak dan segmen anterior di Maloney-Shamie-Hura Vision Institute, Los Angeles. Ia menegaskan bahwa tidur saat masih mengenakan softlens merupakan salah satu kebiasaan yang paling berisiko.
“Tidur dengan lensa kontak secara signifikan meningkatkan risiko infeksi mata,” kata Hura.
Hura juga menyarankan pengguna softlens untuk beralih menggunakan kacamata apabila mata sudah mengalami kemerahan, iritasi, sensitif terhadap cahaya, atau sedang mengalami infeksi.
Apabila tetap memakai softlens selama perjalanan, Hura mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan tangan, menggunakan cairan pembersih lensa yang sesuai, mengganti cairan setiap kali digunakan, serta tidak pernah membilas lensa dengan air keran karena dapat meningkatkan risiko kontaminasi.
Ia juga menyarankan membawa tetes mata buatan (artificial tears), lensa cadangan, serta sepasang kacamata sebagai alternatif jika mata mulai terasa kering atau tidak nyaman.
Sejumlah ahli kesehatan mata juga merekomendasikan penggunaan softlens harian (daily disposable) karena memiliki risiko infeksi yang lebih rendah dibandingkan lensa pakai ulang, asalkan tetap digunakan sesuai petunjuk dan tidak dipakai saat tidur atau terkena air.
