Iran, GPriority.co.id – Beberapa waktu lalu, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa pemerintah Iran tidak sepenuhnya menutup Selat Hormuz.
Ia menuturkan, penutupan akses Selat Hormuz hanya berlaku bagi kapal milik AS, Israel, serta para sekutunya.
“Selat Hormuz terbuka. Selat itu hanya ditutup untuk kapal tanker dan kapal milik musuh-musuh kami: mereka yang menyerang kami dan sekutunya. Yang lain bebas melintas,” tegasnya seperti dikutip dari laporan AFP pada Selasa (17/3).
Laporan terbaru Al Jazeera menyebut, dua kapal berbendera India dilaporkan telah berhasil melewati Selat Hormuz pada minggu lalu, setelah pemerintah India dan Iran melakukan negosiasi panjang. Selain itu, sejumlah kapal milik Turki pun juga diperbolehkan melintasi selat tersebut.
Sementara itu, saat ini Prancis dan Italia dilaporkan tengah melakukan negosiasi awal untuk mendapatkan jaminan keamanan bagi kapal mereka dalam melintasi Selat Hormuz. Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump juga tengah mendesak negara lain untuk menyerang selat itu.
Melalui platform miliknya, Truth Social, Trump pun meminta negara-negara seperti China, Prancis, Jepang, Inggris, dan Korea Selatan, untuk mengirimkan kapal perang ke Selat Hormuz, agar bisa mengambil alih selat tersebut.
Trump pun mengaku bahwa kemampuan militer Iran telah dihancurkan, tetapi ia juga berpendapat jika Iran masih bisa mengirim drone atau rudal dalam jarak dekat.
Kendati demikian, desakan Trump tak mendapat respons yang ia harapkan. Hingga saat ini, belum ada negara yang secara terbuka menyetujui seruan Trump untuk menyerang Selat Hormuz.
Jika Inggris tengah mengkaji secara internal, China dengan tegas menolak karena beralasan jika permusuhan harus dihentikan. Sementara, Jepang menolak dengan alasan mengirim kapal perang harus dipertimbangkan dengan hati-hati.
Begitu pun dengan Prancis yang menolak dengan beralasan jika mereka akan berada pada posisi defensif, dan Korea Selatan kini masih memantau situasi dengan cermat.
Menurut laporan Reuters dan Chatam House, setidaknya ada 18 kapal yang diserang oleh Iran karena mengabaikan peringatan Iran yang saat itu memberlakukan pembatasan total terhadap seluruh kapal di Selat Hormuz. Beberapa kapal tersebut di antaranya ialah kapal yang berbendera Thailand dan Mayuree Naree.
