Kenalan dengan Juru Bicara Baru Kemlu, Berikut Profil Yvonne Mewengkang dan Vahd Nabyl Mulachela

Yvonne Mewengkang & Vahd Nabyl saat memperkenalkan diri. Foto:(GPriority/Rizqi Juned) Yvonne Mewengkang & Vahd Nabyl saat memperkenalkan diri. Foto:(GPriority/Rizqi Juned)

Jakarta, GPriority.co.id – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) resmi memperkenalkan dua juru bicara baru mereka, Yvonne Mewengkang dan Vahd Nabyl Mulachela. Keduanya diperkenalkan kepada awak media saat makan siang bersama di Restoran Asa Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (17/9).

“I can guarantee you, semuanya yang akan saya sampaikan itu akurat dan sudah melalui akses yang diberikan tentunya, karena itulah kami diberikan mandat,” ujar Yvonne saat bertemu dengan wartawan. Nabyl menambahkan dengan singkat, “Kami siap untuk bekerja sama.”

Profil Yvonne Mewengkang 

Yvonne Mewengkang lahir di Palu pada 22 Juni 1982. Sebagai anak seorang anggota TNI, ia terbiasa berpindah-pindah kota sejak usia dini, yang membentuk semangat juangnya. Setelah menyelesaikan SMA, Yvonne kembali ke kampung halaman untuk menempuh pendidikan S1 di Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Manado. Pendidikan ini menjadi awal ketertarikannya pada dunia diplomasi.

Kegigihannya terbukti saat pada tahun 2006 ia berhasil lolos seleksi CPNS Kemlu sebagai perwakilan Sulawesi Utara untuk mengawali kariernya di Jakarta. Yvonne juga memiliki kedekatan dengan mantan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi saat ia menjabat sebagai Sekretaris Pribadi atau Deputy Chief of Staff. Bekerja di bawah kepemimpinan Retno adalah pengalaman berharga yang banyak mengajarkannya tentang dunia diplomasi.

Dengan jejak langkah penuh dedikasi, Yvonne Mewengkang adalah bukti nyata bahwa perempuan dapat meraih kesuksesan di kancah diplomasi internasional. Sosoknya menginspirasi tidak hanya bagi anak muda Sulawesi Utara, tetapi juga bagi seluruh Indonesia.

Profil Vahd Nabyl Mulachela

Vahd Nabyl Mulachela adalah seorang diplomat yang sukses. Ia meraih gelar Sarjana dari Universitas Katolik Parahyangan pada tahun 1997, lalu melanjutkan pendidikannya dengan gelar Master dalam bidang Humaniora dari Universitas Joensuu, Finlandia, dan diploma pascasarjana studi diplomatik dari Universitas Oxford, Inggris.

Pada tahun 2005, Vahd bergabung dengan Kemlu. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Bagian Tiongkok di Direktorat Asia Timur dan Pasifik serta Kepala Bagian Politik dan Keamanan di Direktorat Amerika Utara dan Tengah. Ia juga pernah memiliki posisi tambahan sebagai Kepala Analisis dan Promosi di Sekretariat Direktorat Jenderal Urusan Amerika dan Eropa.

Sejak 2010 hingga 2014, Vahd menjabat sebagai Sekretaris Ketiga dan Kedua Urusan Ekonomi di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk AS di Washington DC. Selain itu, ia juga pernah bertugas sebagai Sekretaris Pertama Urusan Ekonomi di Misi Permanen Republik Indonesia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York.

Vahd bahkan pernah menjadi penasihat untuk Presiden Sesi ke-73 Majelis Umum PBB, yang fokus pada kemitraan strategis, keuangan, manajemen, etika, dan pemuda. Mengutip laman PBB, Vahd bertanggung jawab mengawasi penjangkauan Kantor Presiden kepada masyarakat sipil, sektor swasta, dan mitra strategis lainnya.

Ia juga bertugas mengelola item agenda Komite Ketiga Majelis Umum PBB yang berurusan dengan berbagai isu, termasuk masalah sosial dan kemanusiaan, hak asasi manusia, kemajuan perempuan, perlindungan anak, perlakuan terhadap pengungsi, serta pencegahan kejahatan dan pengendalian narkoba internasional.

Pewarta: Rizqi Juned 
Editor: Dimas A Putra