Kepala Bappenas Suharso Monoarfa: ITMP Berfungsi Sebagai Panduan Untuk Mempercepat Pengembangan Destinasi Pariwisata di Labuan Bajo


Labuan Bajo-Gpriority- Untuk mempercepat pemulihan ekonomi,pariwisata dan sosial di Labuan Bajo, Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa pada Jum’at (17/7/2020) menggelar rapat kerja terkait Integrated Tourism Master Plan (ITMP) Labuan Bajo bersama Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Laiskodat, Bupati Manggarai Barat Agustinus Ch Dula, Direktur Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores Shana Fatina serta Kepala Balai Taman Nasional Komodo Lukita Awang Nistyantara di Hotel Inaya Bay Komodo, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

“Kementerian PPN/Bappenas yang ditunjuk sebagai penyusun rencana pengembangan Labuan Bajo, ingin tahu persis dan mendengar langsung pernyataan Viktor Laiskodat dan Agustinus Ch Dula tentang keadaan di Labuan Bajo serta apa saja yang perlu diselesaikan di lapangan agar percepatan pembangunan bisa cepat terlaksana di era new normal ini,” jelas Menteri Suharso.

Menteri Suharso juga mengatakan, ITMP akan disusun pada 2020-2021 dan akan berfungsi sebagai panduan bagi pemangku kepentingan untuk mempercepat pengembangan Destinasi Pariwisata Prioritas secara terpadu dalam aspek-aspek kepariwisataan, infrastruktur, kehutanan, kemaritiman, tata ruang dan investasi yang selaras dengan perkembangan wilayah secara keseluruhan.

” ITMP Labuan Bajo akan diarahkan untuk mengembangkan premium tourism di Labuan Bajo, terutama di Pulau Komodo, sesuai arahan Presiden RI Joko Widodo.

Usai rapat kerja, Menteri Suharso langsung meninjau pelebaran Jalan Soekarno Hatta Bawah sepanjang 10,05 km yang menjadi bagian penting dari ITMP Labuan Bajo, mengingat kualitas infrastruktur pendukung seperti jalan raya tentu menjadi daya tarik di dunia pariwisata.

Selain di Jalan Soekarno Hatta Bawah, pelebaran jalan juga sedang berlangsung di Jalan Soekarno Hatta Atas sepanjang 9,97 km. Kedua Jalan Soekarno Hatta ini akan dilengkapi dengan jalur pejalan kaki (pedestrian walk) untuk menunjang pariwisata Labuan Bajo.

“Total keseluruhan pembangunan infrastruktur jalan dalam rangka mendukung KSPN Super Prioritas Labuan Bajo untuk tahun ini adalah sebesar Rp 371,60 miliar. Pelebaran Jalan Soekarno Hatta Bawah merupakan salah satunya, dengan alokasi anggaran 42,84 miliar dan progres pembangunan fisik sekitar 15,5 persen. Diharapkan dengan pembangunan infrastruktur jalan ini, pariwisata Labuan Bajo akan menjadi lebih siap dan kembali meningkat pasca Covid-19,” tutur Menteri Suharso.

Selain Jalan Soekarno Hatta, infrastruktur yang diprioritaskan di Labuan Bajo tahun ini adalah, pertama peningkatan kualitas jalan dari Labuan Bajo ke Wae Cicu sepanjang 4 km yang akan menjadi pusat pelayanan akomodasi wisata premium di Labuan Bajo dengan nilai Rp 19,59 miliar. Kedua,preservasi dan pelebaran Jalan Labuan Bajo-Malwatar sepanjang 56,68 km dengan nilai Rp 57,22 miliar, ketiga pembangunan Jalan Ruas Labuan Bajo-Terang-Bari sepanjang 24 km dengan nilai Rp 29,20 miliar.

Keempat, peningkatan Jalan Akses Pelabuhan Peti Kemas Wae Kelambu sepanjang 0,82 km dengan nilai Rp 16,82 miliar. Sementara pada 2021 direncanakan pembangunan jalan akses KSPN Labuan Bajo (Ruas Labuan Bajo Terang Pelabuhan Bari) sepanjang 2,27 km dengan nilai sebesar Rp 11,71 miliar.

Suharso berharap dengan adanya peningkatan infrastruktur jalan, Labuan Bajo bisa kembali menjadi destinasi wisata favorit bagi wisatawan mancanegara dan lokal.(Haris.Foto.humas Bappenas)

Related posts