KTT ASEAN-ROK Angkat Isu Semenanjung Korea

Penulis: Aflaha Rizal Bahtiar | Editor: Lina F | Foto: Youtube Sekretariat Presiden

Jakarta, Gpriority.co.id— Pada pertemuan KTT ASEAN bersama RoK (Republik Rakyat Korea) membahas terkait kerja sama terutama di bidang sektor emerging economy seperti fintech, digital economy, dan start-up ecosystem.

ROK mengumumkan kontribusi USD30 juta untuk peningkatan kapasitas di bidang Artificial Intelligence dan USD16 juta untuk implementasi AOIP.

Dalam pertemuan tersebut, diangkat juga mengenai pentingnya melakukan upgrade ASEAN-ROK FTA.

“Para pemimpin juga mengangkat isu yang terkait dengan Semenanjung Korea, terutama peluncuran rudal dan program nuklir yang bertentangan hukum internasional dan mengancam keamanan kawasan,” ungkap Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi, Rabu di Hall Gedung Cendrawasih, Jakarta (6/9).

Dalam KTT ASEAN-ROK mengadopsi satu dokumen, yakni Joint Statement of the 24th ASEAN-Republic of Korea Summit on Cooperation on the ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP).

“Ini juga merupakan dukungan terhadap implementasi kerja sama AOIP. Dan ini mengimplementasikan konsep AOIP di dalam kerja sama yang konkret, dan didukung oleh ROK termasuk di sektor maritim, infrastruktur, digitalisasi, rantai pasok, ekonomi hijau, dan UMKM.

Selain itu, Menlu Retno Marsudi mengatakan, dalam Progress Report on the Implementation of the ASEAN-Republic of Korea (ROK) Plan of Action to Implement the Joint Vision Statement for Peace, Prosperity and Partnership (2021-2025), berisi terkait kemajuan pelaksana Rencana Aki Join Vision Statement.

“Ini berisi kemajuan pelaksanaan Rencaana AAksi Join Vision Statement RI-ROK 2021-2025,” ungkap Menlu RI.