Lagu Ini Bisa Buat Rileks dan Meredakan Tingkat Anxiety sampai 65 Persen, Lho!

Jakarta, GPriority.co.id – Grup musik Marconi Union berkolaborasi dengan British Academy Sound of Therapy, dan menciptakan ‘Weightless’, yang diklaim menjadi lagu yang dapat membuat rileks dan meredakan tingkat anxiety seseorang, bahkan sampai 65 persen!

Dalam sebuah studi, mengatakan bahwa komposisi lagu ‘Weightless’ memiliki tingkat efektif yang sama seperti sebuah terapi untuk mengurangi tingkat kecemasan (anxiety) seseorang.

Marconi Union yang berkolaborasi dengan British Academy Sound of Therapy, bahkan mengklaim ‘Weightless’ sebagai lagu yang paling menenangkan di dunia.

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Mindlab International, seorang spesialis ilmu saraf dan perilaku konsumen, mengumpulkan 40 orang untuk di uji. Spesialis itu lalu menantang mereka untuk memecahkan teka-teki sambil mendengarkan 10 lagu yang berbeda.

Disaat yang bersamaan, spesialis itu juga memantau respon fisiologis dari 40 respondennya. Mengejutkannya, dari hasil yang didapat, lagu ‘Weightless’ lebih unggul daripada lagu lain untuk mengurangi tingkat stress dan kecemasan. Bahkan tingkatannya mencapai 65 persen.

Pada proses pengujian itu, ditemukan juga bahwa detak jantung para pendengar lagu ‘Weightless’ menjadi lebih melambat, tekanan darahnya lebih rendah, dan laju pernapasannya juga lebih berkurang.

Komposisi lagu ‘Weightless’ dimulai dengan tempo 60 detak per menit (BPM), mencerminkan rata-rata detak jantung orang dewasa yang sedang istirahat. Selama durasi putarnya, kecepatan lagu ini secara bertahap berpindah ke 50 BPM. Komposisi ini sengaja dibuat untuk memandu detak jantung pendengar ke kondisi yang lebih lambat dan lebih lembut.

Secara komposisi, lagu ‘Weightless’ juga menggunakan teknik yang dikenal sebagai “entrainment”, yang menyelaraskan gelombang otak pendengar dengan frekuensi lagu tersebut.

Lalu tempo lagu tersebut juga mendorong detak jantung pendengarnya agar selaras dengan musik, untuk nantinya menciptakan perasaan tenang bagi para pendengarnya.

Foto : Echoes.org