Lewat IDBS 2026, AFTECH Perkuat Sinergi Bank dan Fintech

IDBS 2026 mengusung tema "Beyond Banking: Redesigning Finance for Wellbeing and Growth in the Real Economy"/Foto : Dok. GP Nindya IDBS 2026 mengusung tema "Beyond Banking: Redesigning Finance for Wellbeing and Growth in the Real Economy"/Foto : Dok. GP Nindya

Jakarta, GPriority.co.id – Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) mendorong penguatan kolaborasi antara industri perbankan dan perusahaan teknologi finansial (fintech) melalui penyelenggaraan Indonesia Digital Banking Summit (IDBS) 2026.

Forum tahunan yang memasuki tahun ketiga ini menjadi wadah untuk memperkuat sinergi lintas ekosistem guna mendukung pertumbuhan ekonomi riil dan transformasi sektor keuangan digital Indonesia.

Mengusung tema “Beyond Banking: Redesigning Finance for Wellbeing and Growth in the Real Economy”, IDBS 2026 mempertemukan lebih dari 350 peserta yang berasal dari perbankan, perusahaan fintech, regulator, kementerian dan lembaga, penyedia teknologi, investor, akademisi, hingga pelaku sektor riil.

Berbagai isu strategis dibahas, mulai dari Universal Banking, Open Finance, pemanfaatan Responsible Artificial Intelligence (AI), penguatan infrastruktur keuangan digital, perlindungan konsumen, hingga pencegahan kejahatan siber.

Sekretaris Jenderal AFTECH, Firlie Ganinduto, mengatakan IDBS kini tidak lagi sekadar menjadi forum diskusi, tetapi telah berkembang menjadi platform kolaborasi yang menghasilkan rekomendasi kebijakan dan kemitraan antarpemangku kepentingan.

“Tahun ini kami mengangkat tema Beyond Banking: Redesigning Finance for Wellbeing and Growth in the Real Economy. Fokusnya bukan lagi sekadar digitalisasi layanan keuangan, tetapi bagaimana inovasi keuangan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan sektor riil,” ujar Firlie dalam konferensi pers IDBS 2026 di Jakarta, Selasa (7/7).

Firlie menambahkan bahwa konsep Universal Banking pada dasarnya telah berkembang secara organik melalui praktik kolaborasi antara bank dan fintech. Menurutnya, arah kebijakan regulator akan semakin memperkuat integrasi tersebut sehingga mampu menciptakan layanan keuangan yang lebih efisien, inklusif, dan berkelanjutan.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Pengawas AFTECH, Arsjad Rasjid, menegaskan bahwa kepercayaan menjadi fondasi utama dalam membangun ekosistem keuangan digital yang sehat.

“Ke depan, kolaborasi antarsektor, penguatan tata kelola, perlindungan konsumen, serta peningkatan standar industri akan menjadi fondasi penting untuk menjaga pertumbuhan ekosistem keuangan digital Indonesia,” kata Arsjad.

AFTECH juga meluncurkan Annual Member Survey (AMS) 2025–2026 yang menandai satu dekade pelaksanaan survei industri fintech. Hasil survei menunjukkan sekitar 81 persen anggota AFTECH telah menjalin kemitraan aktif dengan berbagai pihak, lebih dari 60 persen menjadikan bank sebagai mitra strategis utama, 84 persen telah mengadopsi teknologi AI, dan sekitar 90 persen telah menerapkan kerangka governance, risk, and compliance (GRC).

Data tersebut mencerminkan bahwa industri fintech Indonesia memasuki fase yang semakin matang dengan fokus pada tata kelola, inovasi, dan keberlanjutan bisnis.