Jakarta, GPriority.co.id – Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menggelar Forum Nasional TB 2026 sebagai langkah memperkuat kebijakan dan implementasi program penanggulangan tuberkulosis (TB) di Indonesia.
Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (7/7) di Hotel Four Seasons Jakarta tersebut mengusung tema “National Policy and Implementation of the TB Program, End-to-End Tuberculosis Environment (Innovation, Business & Collaboration)”.
Forum ini menjadi wadah bagi pemerintah, akademisi, tenaga kesehatan, pelaku industri, organisasi profesi, hingga mitra pembangunan untuk memperkuat sinergi dalam mewujudkan target eliminasi tuberkulosis pada 2030, sejalan dengan agenda transformasi sistem kesehatan nasional.
Penyelenggaraan Forum Nasional TB 2026 juga merupakan bagian dari upaya mendukung penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) kesehatan, meningkatkan ketahanan kesehatan nasional, serta mempercepat transformasi layanan kesehatan yang lebih terintegrasi dan berbasis inovasi.
Dalam forum tersebut, BKPK Kemenkes RI menegaskan bahwa pengendalian TB tidak dapat hanya mengandalkan layanan kesehatan. Diperlukan pendekatan menyeluruh atau end-to-end tuberculosis environment yang melibatkan inovasi teknologi, dukungan dunia usaha, kolaborasi lintas sektor, hingga partisipasi aktif masyarakat.
Melalui pendekatan tersebut, pemerintah berharap berbagai tantangan dalam penemuan kasus, diagnosis, pengobatan, pelacakan kontak, hingga pencegahan penularan dapat ditangani secara lebih efektif dan berkelanjutan.
Forum Nasional TB 2026 juga menjadi ruang diskusi untuk merumuskan berbagai rekomendasi kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy). Hasil pembahasan diharapkan mampu memperkuat implementasi program TB di tingkat pusat maupun daerah, sekaligus mempercepat adopsi berbagai inovasi yang mendukung pengendalian penyakit menular tersebut.
Menurut BKPK Kemenkes RI, tema “National Policy and Implementation of the TB Program, End-to-End Tuberculosis Environment (Innovation, Business & Collaboration)” dipilih untuk menekankan pentingnya kolaborasi multipihak dalam membangun ekosistem penanggulangan TB yang komprehensif.
Selain menjadi ajang berbagi praktik baik (best practices), forum ini juga diharapkan mampu memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung target eliminasi TB nasional pada 2030.
Berdasarkan Global Tuberculosis Report 2025 dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Indonesia masih termasuk negara dengan beban kasus TB tertinggi di dunia. Karena itu, penguatan kebijakan, inovasi layanan, dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk menekan angka penularan, meningkatkan keberhasilan pengobatan, serta mencapai target eliminasi TB sesuai komitmen nasional dan global.
