Masuk 2 Tahun Masa Kepemimpinan, Wali Kota Tarakan dr Kahirul Kebut 16 Program Kerja

GPRIORITY, TARAKAN – Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tarakan, dr Khairul dan Effendhi Djuprianto telah memasuki masa 2 tahun kepemimpinan.

Khairul menyebutkan ada 16 program yang menjadi janji politiknya bersama wakilnya pada 2018 lalu, yaitu pemberdayaan RT yang alokasi anggarannya sejak 2020 minimal Rp50 hingga 200 juta per RT.

Diketahui program ini telah berjalan hingga 2021 ini, dengan tiga fokus pembangunan yakni jalan, drainase dan penerangan.

Untuk program kedua, pihaknya memberikan insentif kepada RT, dari Rp750 ribu menjadi Rp 1 juta. Pada bidang pendidikan, orang nomor 1 di Tarakan itu menjanjikan pemenuhan biaya operasional sekolah yang telah ditingkatkan, yaitu dari 2019 Rp12,5 miliar menjadi Rp17,3 miliar.

“Anggaran ini diprioritaskan untuk membayar gaji tenaga guru kontrak dan honor yang sebelumnya dibiayai orang tua murid,” kata dr Khairul, Kamis (11/03/2021).

Lanjut dr Khairul, pada 2020 lalu, dana BOS yang ada di sekolah mencapai Rp28 miliar.

“Khusus apresiasi anak sekolah level SD dan SMP telah diberikan sejak 2019, serta beasiswa anak tidak mampu telah diberikan pada 1.000 anak,” ucapnya.

Di bidang kesehatan, janji penerapan puskesmas 24 jam telah diterapkan pada 11 Maret 2019.

Selain itu, Rumah Sakit Umum Kota Tarakan (RSUKT) pun telah berfungsi termasuk memenuhi kebutuhan anggaran untuk dinas kesehatan dan rumah sakit.

“Dinkes Tarakan itu anggarannya Rp44 miliar pada 2019, kalau rumah sakit itu Rp30 miliar,” pungkasnya.

Kemudian, program rumah tanpa DP dengan target 10.000 rumah dengan DP 0 persen hingga 2024.

Dr Khairul menyampaikan, program itu sedikit terkendala, sebab hingga kini, hanya ada 79 unit yang telah disetujui oleh bank.

Lantaran, adanya permasalahan persyaratan Bank yang tidak dapat diintervensi pihaknya.

“Kalau rumahnya sudah disiapkan, tapi kepemilikannya itu yang jadi masalah karena lewat kredit, karena itu untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Itu yang sampai sekarang belum maksimal,” tuturnya.

Selanjutnya, program sambungan PDAM gratis hingga Februari 2021 mencapai 9.335 SR, dengan cakupan air bersih mencapai 87, 8 persen.

“Harapannya, tahun ini dapat mencapai 95 persen sehingga janji kita dapat tuntas sebelum akhir masa jabatan,” ungkapnya.

Sejak 2020 lalu, pihaknya telah memiliki kegiatan multiyears dengan harapan dapat terselesaikan tahun ini.

“Tahun ini ada sambungan pipa dari indulung ke binalatung. Kalau selesai, penyambungan gratisnya pun bisa dilakukan sehingga penyambungan secara merata dapat dilakukan. Termasuk upaya menjaga air baku agar pada saat tidak turun hujan, masih bisa menampung air yang cukup,” ujarnya.

Terkait program jaring pengaman sosial, dapat 100 persen memiliki jaminan kesehatan universal. Berdasarkan data, sebanyak 213.000 masyarakat Tarakan telah dilindungi BPJS Kesehatan, baik mandiri maupun bantuan dari Pemkot.

Soal pertanahan, salah satunya melakukan perbaikan tata wilayah, seperti tanah masyarakat yang dijadikan kawasan hutan mangrove atau hutan kota pun sedang proses penyelesaian.

Pemkot Tarakan juga telah membuka ruang investasi yang luas untuk pengembangan perekonomian di Kota Tarakan.

Seperti di tahun 2020, telah dibuka Mal Pelayanan publik (MPP) yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan perijinan, dalam mendukung pengembangan investasi Kota Tarakan.

Dukungan atas peningkatan keandalan energi listrik dan jaringan telekomunikasi juga terus diperkuat.

“Kapasitas listrik Kota Tarakan saat ini berada pada angka 47 MW dan kebutuhan listrik pada beban puncak sebesar 40-42 MW, dan seluruh wilayah Kota Tarakan juga telah menikmati akses internet, baik melalui jalur fixed broadband maupun mobile broadband,” terangnya.

Berbagai program pendukung terwujudnya Smart City lainnya juga terus berlanjut. Salah satunya, melalui implementasi kebijakan parkir non tunai bagi masyarakat pada 2020.

Di tahun 2020, Pemerintah Kota Tarakan telah menyelesaikan pembangunan Kawasan Pantai Amal Tahap II. Kawasan ini disiapkan untuk menjadi salah satu wisata utama Kota Tarakan.

“Pembangunan infrastruktur lainnya juga terus dilakukan sesuai dengan kebutuhan dan proyeksi perkembangan kota di masa depan. Aset Daerah juga terus ditata dan dioptimalkan pemanfaatannya agar terwujud akuntabilitas dan peningkatan pendapatan daerah di obyek-obyek strategis,” tutupnya. (FBI)

Related posts