New York Resmi Miliki Walikota Muslim Pertama yang Siap Penjarakan Netanyahu

New York, Gpriority.co.id – Zohran Mamdani menang dalam pemilihan Walikota New York City. Walikota muslim pertama ini mengancam memenjarakan Benyamin Netanyahu jika berani berkunjung ke New York.

Zohran Mamdani resmi mengalahkan Andrew Cuomo (Independen) dan Curtis Sliwa (Republik) dalam pemilihan Walikota New York pada 4 November lalu.

AP menyebut Mamdani berhasil meraih 50.6% suara, Cuomo 41.2% dan Sliwa 7.4%. Selisih Mamdani dan Cuomo sekitar 9.4 poin persentase (atau kira-kira 300.000-400.000 suara, tergantung turnout total 2 juta pemilih). Ini adalah kemenangan progresif buat Demokrat.

Mamdani akan tercatat sebagai Walikota muslim pertama dan Walikota dari Asia Selatan pertama, sekaligus termuda dalam lebih dari seabad (usia 34). Sebuah pukulan telak bagi Republik dan Trump yang kerap mengusung tema Make American Great Again (MAGA).

Tercatat populasi New York City sekitar 8,5 juta jiwa di 2025, menjadikannya kota terbesar di AS. Keragaman etnis di New York juga luar biasa, dengan komunitas besar Yahudi, Latin, Afrika-Amerika, dan Asia. Berdasarkan data, populasi Yahudi adalah yang terbesar kedua di dunia di kota yang berjuluk Big Apple ini.

Kemenangan inilah yang membuat Trump murka dan menyebut jika ada orang Yahudi yang memilih Mamdani maka ia adalah orang yang bodoh. Sebelumnya Trump juga sempat mengancam akan memotong dana federal bagi New York jika Mamdani terpilih.

Trump yang mendukung Cuomo habis-habisan bahkan sempat menyebut Mamdani sebagai teroris pembenci Yahudi yang akan membuat New York hancur.

Dalam kampanyenya, Mamdani mengutarakan akan memerintahkan NYPD (Kepolisian New York) untuk menangkap Netanyahu di bandara jika ia terpilih sebagai Walikota. Menurutnya ia sangat menghormati surat perintah ICC (dikeluarkan 2024) soal tuduhan kejahatan perang dan kemanusiaan di Gaza. Ditegaskannya, Netanyahu adalah “pelaku genosida” dan Mamdani ingin membuat New York “taat hukum internasional”.

Ancaman yang sama juga ditujukan ke Vladimir Putin, Presiden Rusia jika ia datang ke New York. Hal ini karena ICC juga mengeluarkan peringatan serupa. Bagi Mamdani ini semata soal prinsip walau Amerika tidak mengakui ICC. Mamdani juga sempat menolak pelucutan senjata Hamas yang membuatnya juga disebut sebagai teroris.

Zohran Mamdani adalah politikus Amerika Serikat yang lahir 1991 dan dikenal sebagai progresif muda, aktivis sosial, dan anggota Dewan Kota New York sebelum jadi Walikota. Ia memiliki latar belakang akademis lulusan Columbia University (teknis & ilmu sosial). Program yang ditawarkan kepada warga New York sendiri adalah fokus ke isu keadilan sosial, perumahan terjangkau, dan lingkungan.

Foto : Istimewa