Jakarta, GPriority.co.id – Pabrik mobil VinFast Subang, dilaporkan diganggu organisasi masyarakat setempat. Hal ini diungkap oleh Ketua Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo), Moeldoko.
Moeldoko menyoroti adanya dugaan aksi premanisme dalam proses investasi di Indonesia yang sebelumnya juga dialami BYD. Ia mengatakan pernah menerima laporan mengenai gangguan yang dialami VinFast saat membangun pabrik di daerah Subang, Jawa Barat.
Namun, kini pihaknya telah mengoordinasikan penyelesaian dengan wilayah setempat. Sebagai informasi pabrik mobil VinFast berdiri di atas lahan lebih dari 100 hektar dengan investasi awal sebesar USD 200 juta, serta ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal IV 2025 untuk memproduksi mobil listrik dengan setir kanan.
Meski Moeldoko tak menyebut detail gangguan ataupun nama ormas yang terlibat dalam kasus ini, namun ia menekankan pentingnya menjaga iklim investasi yang kondusif. Moeldoko juga mengingatkan bahwa investor seperti VinFast membawa peluang kerja bagi masyarakat dan seharusnya mendapat dukungan, bukan malah gangguan.
Ia menilai hal ini sebagai suatu ironi karena di tengah banyaknya pengangguran di Indonesia, para investor justru ingin membuka lapangan pekerjaan yang sayangnya malah dihambat oleh oknum-oknum tertentu.
Pabrik BYD Dapat Gangguan Ormas
Sebelumnya, pembangunan pabrik BYD di Subang, Jawa Barat, juga menjadi sorotan usai dilaporkan mendapat gangguan dari organisasi masyarakat setempat. Hal ini dikonfirmasi oleh Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno.
“Sempat ada permasalahan terkait premanisme ormas yang mengganggu pembangun dari sarana produksi BYD. Saya kira itu harus tegas, pemerintah perlu tegas untuk menangani permasalahan ini.
Faktanya, keterlibatan ormas dalam proyek besar seperti ini, bukanlah hal baru terjadi di Jawa Barat.
Sebelumnya, pembangunan pabrik di Indramayu, juga mendapat gangguan dari ormas. Hal ini dikarenakan Jawa Barat merupakan daerah dengan jumlah ormas terbanyak di Indonesia.
Berdasarkan data yang dirilis oleh Kementerian Dalam Negeri Indonesia memiliki total ormas sebanyak 512.997 ormas, dan terdaftar paling banyak di daerah Jawa Barat.
Editor: Novita Intan
Foto : Dok. ANTARA
