Percepatan Rehabilitasi Mangrove di Seluruh Indonesia Melalui 3M

Jakarta,Gpriority-Indonesia merupakan negara yang memiliki hutan Mangrove sehingga harus selalu direhabilitasi dalam setiap tahunnya.

” Rehabilitasi ini perlu dilakukan dikarenakan banyak sekali mangrove yang rusak akibat kerusakan lingkungan baik dari bencana alam maupun ulah manusia,” ucap Ayu, Sestama dari BRGM (Badan Restorasi Gambut Mangrove).

Untuk rehabilitasi sendiri, Mangrovere tidak mungkin harus dilakukan dengan hanya menanam saja, untuk itulah harus dilakukan dengan cara melakukan 3 M (Memulihkan, Meningkatkan dan Mempertahankan).

Tujuan Ekosistem Mangrove yang lestari ini adalah bisa meningkatkan fungsinya bagi lingkungan sekitar.

” Kita sama sama mendengar ada tumpang tindih kepentingan dalam pengelolaan Mangrove, untuk itulah KLHK akan mengatasi permasalahan ini,” ucap Ayu.

Untuk percepatan rehabilitasi akan ditetapkan di 9 Provinsi termasuk Riau dan Papua. Dengan adanya restorasi maka akan menyerap 550 tenaga kerja dan juga manfaat lainnya.

Zaenal airifin Dirjen (Direktur Jenderal) Pengendalian Daerah Aliran Sungai dari KLHK mengatakan bahwa untuk kegiatan rehabilitasi berdasarkan dana APBN hanya luas 1250 hektar. Ini berbeda dengan rehabilitasi terestrial yang rata-rata 500 ribu hektar per tahun.

Untuk itulah kami menggandeng BRGM untuk percepatan restorasi mangrove. ” Dengan menggandeng BRGM maka mangrove bisa dinikmati masyarakat,” tutur Zaenal.

Zaenal juga meminta agar masyarakat berperan serta untuk melakukan rehabilitasi Mangrove sehingga program ini bisa berjalan dengan baik dan sesuai rencana.

Inisious Patium,Kepala BRGM Sumatera Utara yang menjadi pembicara selanjutnya menjelaskan bahwa sebagai negara kepulauan, Mangrove berfungsi untuk mencegah terjadinya bencana. Hal ini bisa terbukti dari tsunami di Aceh,karena berhasil mencegah tsunami hingga 50 persen.

Tak hanya itu dari sisi ekonomi, produksi masyarakat dengan adanya mangrove menjadi meningkat,karena bisa dijadikan kawasan ekowisata dan ekotourism.

” Untuk itulah kita harus tetap melestarikan Mangrove dari kerusakan,” tutup Inisiosius.(Hs.Foto.Hs)

Related posts