POHUWATO MASUK NOMINASI PPD 2019 TINGKAT NASIONAL

Jakarta,Gpriority-Setelah melalui proses yang panjang bersaing dengan lima kabupaten di Provinsi Gorontalo, Kabupaten Pohuwato akhirnya melaju pada tahap ketiga sebagai nominator untuk Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tahun 2019 . Tidak hanya sekadar lolos, Kabupaten Pohuwato mampu menduduki peringkat satu nominasi PPD tingkat Provinsi Gorontalo.

 Penilaian tahap ketiga dilakukan di Gedung kementerian PPN/Bappenas pada hari Rabu (20/3). Dihadapan penilai, Kepala Bapperlitbang Kabupaten Pohuwato Irfan Saleh menjelaskan secara gamblang mengenai demografi Kabupaten Pohuwato. Beliau juga menjabarkan tentang konskuensi pertumbuhan ekonomi tergantung kepada pertanian.

 Menurut Irfan, karena tergantung pada pertanian makanya ketika iklim ekstrim seperti di tahun 2015, kemiskinan meningkat. Namun dengan strategi yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Pohuwato dan Bupati Pohuwato Syarif Mbuinga angka kemiskinan bisa semakin menurun dikisaran 19 persen atau turun dua persen dari tahun 2017.

 ” Kebijakan bupati dengan menggratiskan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) buat warga miskin, mensubsidi air bersih, mengganggarkan makanan dua kali sehari bagi 800 lansia, menganggarkan program Bantuan Pangan Non Tunai Daerah (BPNT-D), memperluas cakupan Program Keluarga Harapan (PKH) yang dibiayai oleh APBD, mengintegrasikan padi dengan itik, mengintegrasikan padi dengan jagung serta mewujudkan program kesehatan gratis yang dibiayai oleh BPJS yang membuat angka kemiskinan di Pohuwato menurun. Penurunan kemiskinan di Pohuwato yang cukup drastis inilah yang membuat Syarif Mbuinga mendapat pujian dari Gubernur Gorontalo Rusli Habibi saat rapat evaluasi program kerja tahun 2018 di Aula Kantor Bupati Pohuwato pada Jum’at (25/1),” ucap Irfan.

 Dari aspek pengangguran, terdapat penurunan di angka 0,42 di tahun 2018. Hal ini dikarenakan strategi bupati dengan melakukan terobosan dengan memberikan bantuan ternak sapi sebanyak 1018 ekor kepada warga. Tidak hanya itu, kemudahan berinvestasi di Pohuwato membuat investor mau menanamkan modalnya di Pohuwato.Hal ini tentu saja membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat Pohuwato.

Terkait dengan keamanan, Pohuwato memiliki 20 suku dan 5 agama, tetapi dengan kekompakan masyarakat, Pohuwato tidak pernah mengalami konflik SARA, sehingga oleh Kementerian Agama (Kemenag) dijadikan daerah percontohan.

 Untuk pengelolaan keuangan, Kabupaten Pohuwato juga telah menggunakan uang non tunai seperti daerah lainnya yang sudah maju. Dengan adanya keuangan non tunai ini memudahkan masyarakat untuk berbelanja.

 Terkait transparasi dan akuntabilitas yang dilakukan Pemkab Pohuwato, Irfan mengatakan sesuai dengan perintah bupati dipaparkan melalui website dan saat kunjungan dengan menggunakan baliho besar, sehingga masyarakat mengetahuinya.

 Pembangunan rumah sehat komunal berbasis kecamatan yang mampu mengantarkan Pohuwato peringkat satu PPD tingkat Provinsi Gorontalo juga dipaparkan di hadapan dewan juri.Yang membuat rumah sehat komunal ini menjadi andalan dari Pohuwato adalah pendanaan yang berasal dari Kabupaten dan Desa tanpa adanya campur tangan pihak swasta serta yang tinggal di dalamnya adalah penduduk yang miskin.

 “Jadi desa yang membangun rumahnya dengan lahan yang disediakan kabupaten. Kabupaten juga menyediakan air bersih,listrik, dan pembangunan jalan sehingga terlihat seperti kawasan elit,” ucapIrfan.

 Terkait dengan rumah sehat komunal, Irfan mengatakan ada 614 keluarga yang sudah menempatinya.” Rumah sehat komunal sudah terbangun di 18 titik dari 13 kecamatan. Tiap titik dibangun 50 hingga 60 rumah,” jelas Irfan.

 Selain itu Pohuwato juga memiliki program lainnya yang bisa menjadi andalan yakni Nasi Tumis. Pemkab Pohuwato menganggarkan Nasi Tumis sebesar Rp1,8miliar. Bantuan ini diberikan dalam bentuk makanan jadi kepada lansia, anak telantar dan penyandang disabilitas.

 “Sisi pemberdayaannya dengan melibatkan warung-warung kecil di kecamatan sehingga perputaran ekonomi terjadi di situ,” tutup Irfan.(Hs.Foto:Las)

Related posts