Potensi Indonesia: Produsen Perikanan Laut Kelas Dunia

Sebagai negara bahari yang memiliki perairan lebih luas dibanding daratan,Pemerintah Indonesia dalam hal ini Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tidak bisa bekerja sendiri untuk mengelola lautan dan wilayah pesisir. Untuk itulah KKP merangkul berbagai pihak untuk bekerjasama termasuk United States Agency for International Development (USAID) Indonesia. Adapun nama dari kerjasama ini adalah USAID Sustainable Ecosystems Advanced (USAID SEA).

Dijelaskan Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) KKP, Prof. Sjarief Widjaja saat membuka acara Serial Simposium Virtual Pembelajaran Proyek USAID SEA, Senin (26/10), USAID DEA merupakan sebuah proyek kerja sama hibah antara Kementerian Kelautan dan Perikanan dan USAID Indonesia yang berlangsung selama lima tahun (2016-2021). Tujuannya untuk memperkuat tata kelola sumber daya perikanan dan kelautan, serta konservasi keanekaragaman hayati di Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 715.  “ Selama lima tahun masa proyek ini berlangsung, berbagai program telah diinisiasi seperti pengelolaan perikanan berkelanjutan, kawasan konservasi perairan, rencana tata ruang laut, serta penegakan hukum dalam penanggulangan perikanan yang merusak (destructive fishing) dan IUU Fishing,” ucap Sjarief Widjaja.

 Sjarief dalam sambutannya juga menjelaskan, sebagai negara penghasil perikanan tangkap terbesar kedua di dunia, Indonesia berpotensi menjadi produsen perikanan laut kelas dunia dan berkelanjutan. Sumber daya laut yang dimiliki, selama ini memberikan sumber pendapatan bagi nelayan, menjaga kestabilan pangan nasional dan sumber protein bagi sekitar 267 juta penduduk Indonesia.

Untuk memastikan potensi perikanan Indonesia dikelola dengan baik, sambungnya, diperlukan kebijakan yang dapat secara jelas menjabarkan fungsi-fungsi dari pengelolaan perikanan berbasis saintifik di berbagai tataran.

“Berbagai capaian kinerja telah kita raih di tataran kebijakan perikanan dan kelautan dan itu menjadi prestasi buat kita semua. Namun jangan mudah berpuas diri, masih banyak yang harus kita benahi guna mengoptimalkan potensi kelautan dan perikanan bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat,” terang Sjarief.

Wakil Direktur Lingkungan Hidup USAID Indonesia Jason Seuc yang menjadi pembicara dalam Simposium Virtual Pembelajaran Proyek USAID SEA  mengatakan, “Selama 20 tahun terakhir Pemerintah Amerika Serikat melalui USAID, telah menjalin kerja sama yang sangat baik dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Bersama-sama, kami telah meningkatkan pemanfaatan dan konservasi sumber daya laut Indonesia secara berkelanjutan.”

Lebih lanjut dikatakan Jason Seuc,di dalam mengelola perikanan yang berkelanjutan di Indonesia, USAID Indonesia menggunakan  ecosystem approach . “ Ini dimaksudkan untuk melindungi ekosistem laut Indonesia sehingga dapat dinikmati oleh generasi mendatang,” jelas Jason.

Jason berharap dengan adanya simposium ini dan serial lanjutannya, masyarakat Indonesia semakin bertambah wawasannya mengenai perikanan berkelanjutan, kawasan konservasi perairan dan jejaringnya, penegakan hukum pelanggaran perikanan di kawasan pesisir, dan tata kelola perikanan berkelanjutan dan konservasi perairan.(hs.Foto.dok.USAID Indonesia)
 

Related posts