Jakarta, Gpriority.co.id – Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) menjalin kemitraan strategis dengan Chindo Business Center untuk mempercepat hilirisasi komoditas daerah dengan menggandeng investor Tiongkok. Kolaborasi ini bertujuan memutus ketergantungan ekspor bahan baku mentah melalui pengembangan sektor potensial seperti kopi, cokelat, kelapa, dan rempah-rempah.
Kemitraan ini diresmikan dalam sebuah acara di Jakarta, Selasa (7/7), dimana Ketua Umum Apkasi, Bursah Zarnubi, menegaskan bahwa Apkasi siap menjembatani investor Tiongkok dengan 416 pemerintah kabupaten di Indonesia.
Sementara itu, Chindo Business Center berperan sebagai penyedia layanan bisnis terpadu satu pintu yang berlokasi di Citra Tower, Kemayoran. Perusahaan ini menyediakan berbagai layanan strategis seperti:
- Pendirian perusahaan
- Konsultasi pajak dan keuangan
- Layanan sumber daya manusia (SDM)
- Pengurusan visa dan legalitas
Melalui layanan tersebut, Chindo Business Center diharapkan dapat mempermudah investor Tiongkok dalam memulai dan mengembangkan usaha di berbagai daerah Indonesia.
Ketua Umum Apkas yang juga Bupati Lahat Bursah Zarnubi, menegaskan komitmennya untuk membuka peluang investasi seluas-luasnya bagi investor asal Tiongkok di berbagai daerah di Indonesia, khususnya pada sektor hilirisasi komoditas unggulan.
“Apkasi siap membuka pintu selebar-lebarnya bagi investor Tiongkok yang ingin berinvestasi di daerah. Kami juga siap menghubungkan mereka dengan 416 pemerintah kabupaten yang memiliki berbagai komoditas unggulan,” ujar Bursah.
Ia menjelaskan, peluang investasi tidak hanya terbatas pada sektor kopi, tetapi juga mencakup industri cokelat, kelapa, lada, rempah-rempah, perikanan hingga energi terbarukan. Menurutnya, setiap daerah memiliki potensi yang dapat dikembangkan melalui dukungan teknologi dan investasi.
Bursah menyoroti komoditas kopi sebagai contoh masih minimnya industri hilir di daerah. Padahal, banyak kabupaten merupakan penghasil kopi berkualitas yang selama ini hanya menjadi pemasok bahan baku bagi industri besar.
Kemitraan strategis antara Apkasi dan Chindo Business Center ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi pemerintah kabupaten dalam mengoptimalkan potensi sumber daya alam melalui hilirisasi. Dengan kehadiran investor Tiongkok yang memiliki teknologi dan kapasitas produksi, komoditas daerah dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tinggi, sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan perekonomian daerah.
Langkah ini juga sejalan dengan visi pemerintah pusat yang mendorong pembangunan ekonomi berbasis sumber daya lokal serta mengurangi ketergantungan ekspor bahan baku mentah.
Foto : APKASI
