Sangatta, GPriority.co.id – Penurunan produksi batu bara di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mulai memicu kekhawatiran terhadap potensi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal di sektor pertambangan.
Kondisi ini mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutim untuk segera mengambil langkah mitigasi guna melindungi tenaga kerja lokal dan menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Adapun penurunan produksi batu bara sendiri tidak hanya berdampak pada sisi industri, tetapi juga berimbas langsung terhadap kebutuhan tenaga kerja. Ketika produksi berkurang, maka operasional perusahaan ikut menurun, sehingga berpotensi mengurangi jumlah pekerja.
Mengantisipasi kondisi tersebut, dilansir dari laman resminya, Pemkab Kutim telah menyiapkan sejumlah strategi agar gelombang PHK dapat ditekan.
Melalui rapat koordinasi yang dipimpin oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Seskab Kutim yang juga Plt. Kepala Disntransnaker, Trisno, pada Senin (13/4), jajaran manejemen perusahaan pertambangan yang beroperasi di wilayah Kutim turut dihadirkan.
Menurut Trisno, fluktuasi produksi batu bara belakangan ini mulai mengancam stabilitas serapan tenaga kerja. Sehingga, Pemkab perlu mengambil langkah proaktif untuk mencegah penurunan produksi hingga pengurangan karyawan yang dilakukan secara drastis.
Sementara dari sisi perusahaan mengungkap adanya beberapa tantangan, salah satunya terkait operasional akibat adanya kebijakan pemangkasan produksi. Namun hingga kini pihak perusahaan juga tengah berupaya menjaga stabilitas tenaga kerja untuk menghindari PHK secara sepihak.
Mengantisipasi kondisi tersebut, Pemkab Kutim telah menyiapkan sejumlah strategi agar gelombang PHK dapat ditekan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mendorong perusahaan tambang untuk melakukan penyesuaian sistem kerja tanpa harus langsung melakukan pemutusan hubungan kerja.
Selain itu, optimalisasi biaya operasional di sektor non-SDM dan skema alih kerja atau redistribusi bagi tenaga kerja yang terdampak langsung juga menjadi strategi lainnya.
Meningat sektor pertambangan masih menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat Kutim, Pemkab Kutim pun mendorong langkah mitigasi yang tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan ketahanan ekonomi jangka panjang.
