Pujian PUPR Untuk Rumah Subsidi Di Gorontalo

Gorontalo,Gpriority-Santer terdengar kabar bahwa rumah subsidi yang dibangun memiliki kualitas yang sangat rendah dibandingkan non subsidi. Hal ini tentu saja membuat Kementerian PUPR angkat bicara. Sebab rumah subsidi yang dibangun memiliki para pengembang memiliki kualitas bangunan dan lingkungan yang baik. Salah satunya dengan penyaluran prasarana, sarana dan utilitas (PSU) rumah bersubsidi yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR.

“Rumah bersubsidi bukan berarti rumah yang dibangun memiliki fasilitas seadanya. Untuk itu, kami menyalurkan bantuan PSU agar lingkungan di perumahan bersubsidi juga baik dan membuat penghuninya nyaman tinggal bersama keluarga,” ujar Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid di Jakarta, Kamis (22/7/2021).

Khalawi menerangkan, pengusulan bantuan PSU ini dapat diajukan sendiri atau secara online oleh para pengembang melalui aplikasi Sistem Informasi Bantuan Perumahan atau SIBARU. Mereka dapat melengkapi berbagai persyaratan teknis dan administrasi sesuai dengan aturan yang diatur dalam Peraturan Menteri (Permen) Pekerjaan Umum Nomor 3 Tahun 2018 tentang Pelaksanaan Bantuan Prasarana, Sarana dan Utilitas (PSU).

Setiap usulan PSU akan diverifikasi dan validasi oleh verifikator dari Direktorat Ramah Umum Komersial Direktorat Jenderal Perumahan. Salah satu diantara syarat pengajuan ini adalah jumlah minimal unit rumah subsidi yang telah dibangun sejumlah 50 unit dan telah di KPR kan.

Sementara itu, Kepala Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Provinsi Gorontalo Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (P2P) Sulawesi I Direktorat Jenderal Perumahan, Alwi Mahdali, didampingi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Rumah Swadaya dan Rumah Umum Komersial (RUK), Elvira Monayo menyatakan, saat ini di Provinsi Gorontalo ada sekitar delapan pengembang yang mendapatkan bantuan PSU dari Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR. Para pengembang perumahan tersebut berada di Kota Gorontalo sebanyak pengembang dan di Kabupaten Gorontalo sebanyak enam pengembang.

Alwi juga meminta jajaran dinas perumahan dan permukiman setempat dan pengembang perumahan juga bisa ikut dalam pelaksanaan pembangunan PSU ini sehingga dapat membantu meningkatkan capaian Program Sejuta Rumah untuk masyarakat Indonesia. Pihaknya juga telah melaksanakan penandatangan kontrak bersama para pengembang perumahan yang mendapatkan bantuan Prasarana, Sarana dan Utilitas (PSU) perumahan subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah dari Kementerian PUPR untuk Tahun Anggaran 2021 di Gorontalo beberapa waktu yang lalu.

“Total alokasi anggaran bantuan PSU yang akan disalurkan senilai Rp 4,2 Milyar untuk 762 unit rumah. Dari data yang ada diketahui pengembang perumahan yang mendapatkan program bantuan tersebut adalah PT. Kurnia Tunas Mandiri, PT. Dwi Putri Utama Mandiri, PT. Rahmat Cahaya Cemerlang, PT. Nindi Rizki Jaya, PT. Sultana Karya Lestari, dan PT. Tulus Rajawali Gorontalo, PT. Sultana Karya Lestari, dan PT. Tulus Rajawali Gorontalo,” tutupnya. (Hs.Foto.dok.Balai P2P Sulawesi I/ Bagian Hukum dan Kombik Ditjen Perumahan Kementerian PUPR)

Related posts