PUPR Bangun Penataan Infrastruktur Terpadu di Kawasan DPSP Borobudur

Magelang,Gpriority-Beberapa waktu yang lalu Presiden Joko Widodo memerintahkan Kementerian PUPR bersinergi dengan Kemenparekraf dan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi guna menciptakan Borobudur sebagai destinasi wisata premium di Tanah Air.

Sebagai wujud dari instruksi tersebut, Kementerian PUPR segera melaksanakan penataan pembangunan infrastruktur di kawasan DPSP Borobudur.

Untuk memastikan berapa persen kesiapan infrastruktur di DPSP Borobudur, Jum’at (12/3/2021),Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga, Kementerian PUPR Hedy Rahadian dan Dirjen Cipta Karya Diana Kusumastuti yang mewakili Menteri PUPR Basuki Hadimuljono yang berhalangan hadir bersama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan,Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Wamen Parekraf Angela Tanoesoedibjo, serta Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melakukan kunjungan kerja dikawasan DPSP Borobudur.

Kunjungan kerja diawali dengan meninjau penataan Kampung Seni Borobudur untuk memfasilitasi pemindahan area parkir dan pedagang dari Zona 2 di Kompleks Candi Borobudur seluas 8,4 Hektar ke Zona 3 di Lapangan Kujon seluas 10,74 Hektar.

“Pekerjaan pemindahan pedagang tercantum dalam Risalah Ratas Presiden No: R-0070/Seskab/DKK/9/2019 tanggal 30 Agustus 2019 Tentang Percepatan Pengembangan Destinasi Borobudur,” ucap Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga, Kementerian PUPR Hedy Rahadian.

Kunjungan dilanjutkan dengan meninjau pembangunan gerbang sebagai penanda masuk koridor utama menuju Candi Borobudur. Kementerian PUPR melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Daerah Istimewa Yogyakarta, Ditjen Cipta Karya membangun 4 gerbang yakni Gerbang Blondo sebagai pintu masuk dari arah Semarang, Gerbang Palbapang dari arah Yogyakarta, Gerbang Kembanglimus dari arah Purworejo, dan Gerbang Klangon dari arah Kulon Progo yang telah selesai pengerjaan.

“Gerbang Klangon terletak di Jalan Nanggulan Mendut, Karang Reso, Kecamatan Kali Bawang, Kabupaten Kulon Progo dilengkapi dengan pembangunan pusat informasi wisata dan sculpture Klangon, pusat kuliner, kios oleh-oleh, mushola, deck view point, area parkir, Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPST), dan toilet,” ucap Menparekraf Sandiaga Uno.

Rombongan melanjutkan perjalanan untuk melihat penataan pedestrian/trotoar, drainase, street furniture, dan landscape di jalur eksisting serta dibangun relief dari batu sebagai ikon Gerbang Klangon dengan tema Samudraraksa, yang merupakan salah satu kapal kayu bercadik khas Nusantara yang merepresentasikan kebudayaan bahari purbakala.

Usai melakukan kunjungan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, Pemerintah tengah melakukan penajaman dan penerapan Rencana Induk Pariwisata Terpadu Borobudur-Yogyakarta-Prambanan untuk mengembangkan DPSP Borobudur menjadi kawasan pariwisata berkualitas.

“Tantangan besar penataan DPSP Borobudur adalah menjaga keberlanjutan struktur bangunan Candi Borobudur sebagai warisan budaya nasional.Hal ini disebabkan oleh peningkatan wisatawan Candi yang mencapai 8.000 orang per hari pada 2019. Sementara, hasil studi Balai Konservasi Borobudur menunjukkan bahwa idealnya kawasan puncak Candi Borobudur hanya mampu menampung maksimal 128 pengunjung per sekali kunjungan setiap harinya,” ucap Luhut.

Lebih lanjut dikatakan Luhut,” Meski demikian tantangan tersebut berhasil diatasi Kementerian PUPR dengan pembangunan infrastruktur ini. Tak hanya itu dukungan penataan kawasan oleh Ditjen Cipta Karya yang sudah dilakukan yakni dengan membangun jaringan perpipaan untuk mendukung Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Borobudur dengan kapasitas 30 liter/detik dan 300 Sambungan Rumah (SR), pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R) di 12 Desa yang dilaksanakan melalui program padat karya serta penataan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Piyungan seluas 12,5 Hektar untuk pengelolaan persampahan skala regional juga membuat destinasi Borobudur akan bertambah menarik untuk dikunjungi,” jelas Luhut.

Luhut berharap dengan selesainya pembangunan infrastruktur DPSP Borobudur bisa kembali meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan.(Hs)

Related posts