Pekanbaru, Gpriority.co.id – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat upaya konservasi gajah Sumatra. Berbagai langkah pun akan ditempuh.
Dalam kunjungan kerjanya di Provinsi Riau, Sabtu (29/11), Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menegaskan pihaknya berkomitmen upaya memperkuat konservasi gajah Sumatera salah satunya melalui peningkatan kualitas pengelolaan Pusat Latihan Gajah (PLG) Sebanga. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam menjaga kelestarian habitat serta memastikan kesejahteraan satwa.
Didampingu Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Supartono saat meninjau PLG Sebanga, Menhut menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam menjaga kelestarian habitat serta memastikan kesejahteraan satwa. Pemerintah berupaya memastikan setiap langkah perbaikan dapat segera direalisasikan agar PLG Sebanga menjadi pusat konservasi yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Menhut Raja Juli Antoni juga sempat berdiskusi dengan para mahout, tim lapangan, dan juga dokter hewan terkait mitigasi konflik, dan pemeliharaan fasilitas yang ada di PLG Sebanga.
Diketahui, terdapat 5 ekor gajah yang terdiri dari 1 ekor gajah jantan dan 4 Ekor gajah betina. Di antaranya yaitu Gajah Sarma (jatan) 40 tahun, Gajah Rosa (betina) 29 tahun, Gajah Sela (betina) 25 tahun, Gajah Puja (betina) 21 tahun, dan Gajah Dora (betina) 15 tahun di PLG Sebanga.
Peninjauan ini dilakukan untuk menindaklanjuti permasalahan-permasalahan yang terjadi di PLG Sebanga, seperti minimnya lahan pengembalaan gajah, terbatasnya pakan gajah di alam, dan minimnya fasilitas perlindungan gajah.
Pada hari yang sama, Menhut juga menyerahkan Surat Keputusan (SK) Perhutanan Sosial dan SK Indikatif Hutan Adat kepada lima kelompok masyarakat di Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau. Penetapan ini mencakup total luasan 4.237 hektare dan memberikan manfaat langsung bagi 1.641 Kepala Keluarga (KK).
Pada kegiatan tersebut Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni didampingi oleh Bupati Kuantan Singingi, pejabat tinggi madya dan pratama, para tetua adat, tokoh masyarakat, serta para perwakilan kelompok penerima SK.
Penyerahan SK ini diharapkan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat, baik dari sisi sosial, ekonomi, maupun lingkungan.
Sehari sebelumnya dalam Rapat Pimpinan Kementerian Kehutanan, Menhut membahas tiga isu prioritas yang diantaranya :
- Penyelamatan Gajah Sumatera di 21 kantong habitat melalui penguatan koridor dan kolaborasi lintas unit.
- Penanganan konflik masyarakat di sekitar Taman Nasional Tesso Nilo.
- Penyelesaian dashboard pengelolaan hutan sebagai instrumen satu data untuk memperkuat arah kerja yang efektif dan terintegrasi.
Kegiatan ini menegaskan komitmen Kementerian Kehutanan dalam memperkuat kolaborasi, mempercepat pengambilan keputusan, dan menjaga keberlanjutan pengelolaan hutan Indonesia.
Foto : Kemenhut
