Tak Ada yang Spesial, Warga Palestina Rayakan Idul Adha Dengan Kondisi Memprihatinkan

Jakarta, GPriority.co.id – Momen Hari Raya Iduladha menjadi momen yang penuh kekhusyukan dalam beribadah bagi seluruh umat muslim di dunia. Namun tidak bagi umat muslim di Gaza Palestina.

Dilaporkan, jika kondisi mereka masih memprihatinkan. Bahkan tidak ada acara kumpul bersama keluarga dan berkunjung ke rumah tetangga, karena mereka masih bergumul dengan kehidupan mereka, ditengah konflik yang seolah tak ada ujungnya.

“Shalat Iduladha itu hari minggu, tahun ini berbeda karena tidak ada perayaan spesial oleh masyarakat bahkan kondisinya lebih memprihatinkan. Tidak ada perayaan, tidak ada baju baru, tidak berkumpul karena keluarga syahid, hari raya untuk rakyat Gaza adalah kesedihan,” kata Relawan Medical Emergency Rescue Comittee (MER-C) asal Indonesia, Fikri Rofiul Haq, dilansir dari RRI pada Selasa (18/6/2024).

Lebih lanjut, dilaporkan bahwa untuk sekedar menunaikan shalat iduladha pun rakyat Gaza Palestina harus melaksanakannya di atas puing-puing masjid yang hancur akibat pemboman oleh Israel. Kondisinya juga semakin mencekam, karena Israel tidak menghentikan serangan, meskipun pada hari raya.

“Mereka shalat dipuing reruntuhan dan itupun membahayakan mereka rawan serangan karena tidak ada gencatan senjata, tidak ada jeda kemanusiaan. Hari ini (kemarin-red) ada pemboman di Gaza Tengah, sembilan orang tewas, sehingga harus ada tim medis standby,” ungkap Fikri.

Bahkan sejak serangan militer Israel ke Rafah pada Mei lalu, pintu perbatasan dengan Mesir ditutup sehingga tidak ada pasokan hewan kurban yang masuk di wilayah Gaza Palestina.

Fikri juga mengaku kesulitan mencari hewan kurban disana. Padahal setiap tahun, MER-C kerap menyalurkan daging kurban. Kalaupun ada bantuan dari pintu perbatasan lain, hanyalah berupa gandum bahan dasar membuat roti dan jumlahnya pun terbatas.

“Tidak ada penyembeliham hewan kurban padahal mereka butuh lauk dan saya sudah mencari hewan kurban tapi tidak dapat. Dari MER-C Indonesia setiap tahun berkurban menyalurkan dari rakyat Indonesia namun tahun ini tidak ada yang bisa kita dapatkan,” kata Fikri.

Bahkan hidangan wajib di Palestina saat iduladha yaitu ikan asin, tidak tersedia pada tahun ini.

“Di Gaza itu makan ikan asin namun Iduladha kali ini tidak ada yang bisa didapatkan di Gaza. Di pasar tidak ada bahkan nelayan mencari ikan ditembaki Israel sehingga perayaan Iduladha sangat memprihatinkan sekali,” tutupnya.

Foto : AFP News