Tamara Moriska: Pariwisata Kaltara Perlu Terobosan Komprehensif

Ketua Komisi IV DPRD Kaltara, Tamara Moriska. Foto: GPriority/Dimas A Putra Ketua Komisi IV DPRD Kaltara, Tamara Moriska. Foto: GPriority/Dimas A Putra

Jakarta, GPriority.co.id – Ketua Komisi IV DPRD Kalimatan Utara (Kaltara) Tamara Moriska turut menyoroti perkembangan sektor pariwisata di Kaltara. Dibalik keindahannya, kata Tamara, masih banyak pekerjaan rumah yang perlu dibenahi Pemprov agar Pariwisata dapat berkembang hingga berdampak ke masyarakat.

“Kita nggak bisa menutup mata kalau di usia Kaltara yang sekarang tentu yang kita harapkan adalah menambah PAD dengan kreativitas lewat pengembangan pariwisata,” kata Tamara kepada GPriority di Jakarta, Kamis (17/7).

Tamara mengungkapkan hal mendasar yang menjadi catatan Pemprov Kaltara ialah infrastruktur. Lambatnya pembangunan infrastruktur dalam menunjang sejumlah destinasi ini dinilainya menjadi penyebab turunnya kunjungan wisatawan pada tahun 2024 sebesar 760 ribu orang. Menurun 230 ribu orang dibanding tahun 2023 dengan total 990 ribu orang.

Tak kalah penting, dari sisi akomodasi. Tamara menyebut pengelolaan hotel di lokasi-lokasi wisata masih belum memadai. “Jadi memang ada PR. PR khusus untuk dinas pariwisata itu sendiri bagaimana agar bisa memberdayakan potensi yang ada,” ujarnya.

Kemudian, Tamara juga menyinggung tarif transportasi yang terbilang cukup mahal untuk menjangkau destinasi wisata. Salah satunya moda transportasi pesawat yang tak jarang tidak tersedia.

“Jadi memang yang paling penting dari transportasi ya, harganya cukup mahal, penerbangannya pun kadang masih on off, jadi memang terkendala kita disitu,” ungkapnya.

Sebagai wilayah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga (Malaysia) dan menjadi provinsi penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), Tamara menilai diperlukan keseriusan Pemprov Kaltara dalam menangani permasalahan tersebut.

Bukan tanpa solusi, lewat terobosan komprehensif, Tamara menganggap pariwisata Kaltara mampu berkembang. Dimulai dari kebijakan yang mendukung sebagai fondasi awal hingga strategi promosi yang efektif.

Dalam raperda tentang Pariwisata terbaru yang tengah dibahas oleh Panitia Khusus I DPRD Kaltara, Tamara menaruh harapan besar. Dia berharap, terbitnya peraturan ini mampu membangkitkan gairah untuk majunya pariwisata Kaltara.

Selanjutnya, soal pemberdayaan masyarakat. Tamara mengatakan, Dinas Pariwisata sebagai leading sektor memiliki tanggung jawab terhadap penguatan sumber daya manusia. Ia menyarankan agar Dispar gencar melakukan pelatihan tentang bagaimana mengelola destinasi wisata yang dapat berdampak pada ekonomi masyarakat.

“Bagaimana bisa diadakan pelatihan untuk jadi target gitu-gitu. Untuk masyarakat ada tuh jadi menambah income untuk masyarakat itu sendiri juga dan menambah wawasan,” kata dia.

Lalu, promosi. Tamara menyebut pemanfaatan teknologi jadi kunci. “masyarakat Kaltara mengeksplor mempromosikan, kaya misalnya sekarang kan eranya digitalisasi 4.0 kita harus memanfaatkan,” ujarnya.

Kemudian, menggandeng influencer juga dirasanya mampu mendongkrak minat berwisata di Kaltara. Putra-putri daerah dapat mengambil peran dalam mempromosikan daerahnya sendiri, mengenalkan budaya hingga lokasi-lokasi bersejarah.

“Aku tuh selalu minta khususnya di Nunukan karena itu dapil aku kan, untuk bagaimana mereka memanfaatkan yang ada, teknologi yang ada lebih mempromosikan bukan pariwisata atau tempat hiburan ya tapi pembangunan bersejarah juga itu kan harus dijaga juga ya, itu dapat mempromosikan ke khalayak aja budaya yang ada di Kalimantan utara,” kata Tamara.

Lebih lanjut, Tamara berharap lewat pembenahan. Menurutnya, peran semua pihak bukan hanya Pemerintah, masyarakat juga dapat aktif mendukung perkembangan pariwisata untuk Kaltara Maju.