Tekan Stunting, Pemkab Aceh Tamiang Luncurkan Program ”GENTING”

Aceh, GPriority.co.id – Upaya menekan Stunting, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang, Aceh meluncurkan program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting atau GENTING. Peluncuran program dilaksanakan di Aula Bappeda kabupaten setempat, Jumat (20/6) dan di buka langsung oleh Asisten Administrasi Umum Setdakab Aceh Tamiang, Drs. Tri Kurnia.

Asisten Administrasi Umum, Tri Kurnia dalam kesempatan itu menyebutkan, program kolaboratif dan partisipatif ini bernanung dibawah Dinas PMKPPKB khususnya bidang Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana.

“Program ini sebenarnya bertujuan mengajak masyarakat luas agar turut serta ikut dalam menjadi bagian dari solusi dalam menekan Stunting di Aceh Tamiang,” kata Tri Kurnia.

Tri Kurnia menyebut, program ini mendorong lahirnya para orang tua asuh yang secara sukarela memberikan dukungan finansial, moral, dan sosial kepada anak-anak dan keluarga yang terindikasi atau berisiko stunting di Kabupaten Aceh Tamiang.

Sebagaimana diketahui, stunting merupakan salah satu tantangan serius yang kita hadapi dalam upaya menciptakan generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan produktif.

Stunting bukan hanya soal tinggi badan yang kurang, tetapi lebih dari itu, ia mencerminkan kurangnya gizi kronis yang dialami anak sejak dalam kandungan hingga usia dua tahun.

“Dampaknya tidak hanya pada pertumbuhan fisik, tetapi juga perkembangan otak dan kemampuan kognitif anak, yang tentu akan mempengaruhi kualitas SDM kita di masa depan,” ujar Tri Kurnia.

Ia berharap, Genting bukan hanya tentang memberikan bantuan berupa makanan tambahan atau vitamin saja, namun lebih dari itu.

“Ini adalah tentang membangun kesadaran kolektif bahwa tumbuh kembang anak adalah tanggungjawab bersama. Kita ingin menciptakan lingkungan yang sehat, mendukung, dan penuh kasih sayang, agar anak-anak kita dapat tumbuh secara optimal, tidak hanya secara fisik, tetapi juga mental dan emosional,” sebutnya.

Lebih jauh, Ia juga meminta keterlibatan Datok Penghulu (Kepala Desa) dalam administrasi proses penikahan untuk menunda pernikahan jika dinilai calon pasangan tersebut dalam kondisi tidak sehat.

“Fase stunting itu dimulai dari calon orang tua, kemudia ibu hamil sampai anak dilahirkan. Jadi kalau orang tua tidak sehat (stunting) akan melahirkan bayi yang stunting juga. Mari kita cegah dari awal,” ucapnya.

Tri Kurnia mengaku, program ini merupakan komitmen Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang dalam menekan angka Stunting.

“Harapannya target yang telah ditetapkan ini dapat tercapai, bahkan melebihinya anak-anak Aceh Tamiang tumbuh sehat, cerdas, dan bahagia, karena mereka adalah harapan dan masa depan daerah ini,” ujarnya.

Dalam sosialisasi itu, juga dilakukan Penyaluran Donasi bagi Keluarga Beresiko Stunting secara simbolis yang diberikan kepada orang tua Baduta (bayi dua tahun) yang hadir dari Kecamatan Rantau, Kota Kualasimpang dan Karang Baru.

Bantuan ini mencakup paket makanan bergizi, serta bantuan tambahan untuk perbaikan sanitasi dan jamban rumah tangga, bantuan nutrisi ini berasal dari donasi seluruh penyuluh Keluarga Berencana Kabupaten Aceh Tamiang.

Launching program ini dihadiri, Perwakilan BKKBN Provinsi Aceh, Kepala Dinas PMKPPKB, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala BUMN/BUMD Aceh Tamiang, Wakil Ketua TP-PKK Aceh Tamiang, Kepala Puskesmas se-Aceh Tamiang, para Penyuluh KB dan tamu undangan lainnya.

Foto: GPriority/Zulfitra