Tinutuan Bubur Khas Manado, Masuk Daftar 100 Makanan Terburuk di Dunia!

Tinutuan Khas Manado Masuk Daftar 100 Makanan Terburuk di Dunia Tinutuan Khas Manado Masuk Daftar 100 Makanan Terburuk di Dunia

Jakarta, GPriority.co.id – Tinutuan merupakan salah satu makanan khas dari daerah Manado, Sulawesi Utara.

Tinutuan atau bubur khas Manado merupakan perpaduan beras dan berbagai macam sayuran.

Tinutuan memiliki beberapa ciri khas seperti kaya akan kandungan gizi dan tidak mengandung daging.

Karena ciri khasnya tersebut, Tinutuan dinilai cocok dikonsumsi bagi mereka yang memiliki gaya hidup sebagai vegetarian.

Sering disajikan untuk sarapan, Tinutuan atau bubur Manado biasanya ditambahkan dengan lauk lain seperti ikan asin, perkedel jagung, serta sambal roa yang juga merupakan ciri khas di Manado.

Beberapa sayuran yang dijadikan bahan baku pembuatan Tinutuan diantaranya labu kuning, singkong, bayam, kangkung, daun gedi, jagung, dan kemangi.

Dari segi rasa, Tinutuan memiliki cita rasa yang unik perpaduan manis dari jagung dan labu, yang menyatu dengan pahit dan gurih.

Sayangnya, belum lama ini Tinutuan masuk daftar 100 makanan terburuk di dunia. Tinutuan menempati urutan ke-16 dalam daftar tersebut.

TasteAtlas, pembuat daftar tersebut, mengatakan walaupun Tinutuan sering dijadikan sebagai sarapan sehat, namun rasanya dinilai terlalu sederhana.

Paniki Juga Masuk Daftar 100 Makanan Terburuk di Dunia!

Selain Tinutuan, Paniki yang juga merupakan makanan khas Sulawesi Utara, menempati urutan ke-36 di daftar tersebut.

Paniki menggunakan kelelawar buah sebagai bahan utama. Kelelawar buah tersebut  kemudian dimasak dengan santan dan rempah-rempah, lalu disajikan dengan nasi putih.

Alasan Paniki juga masuk dalam daftar tersebut adalah karena proses pembuatannya yang melibatkan pembersihan dan pengolahan kelelawar.

Hal itu dianggap tidak lazim dan menjijikkan bagi banyak orang di luar budaya Sulawesi. Sementara dari negara lain, hidangan Blodpalt khas Swedia dan Finlandia yang terbuat dari darah hewan, tepung gandum hitam, dan kentang tumbuk, bertengger pada peringkat pertama dalam kategori 100 makanan terburuk di dunia.

Kendati demikian, baik Tinutuan maupun paniki, kedua hidangan ini tetap mencerminkan tradisi kuliner lokal yang kaya, meskipun dianggap kurang menarik bagi para penikmat kuliner internasional.

Foto : Istimewa