Jakarta, GPriority.co.id – Dunia kebugaran sedang mengalami pergeseran. Jika dulu gym identik dengan latihan individu atau sekadar menjaga bentuk tubuh, kini muncul tren baru yang menggabungkan kekuatan, daya tahan, dan kompetisi dalam satu paket: HYROX.
Di Indonesia, olahraga ini berkembang pesat dan menjadi magnet bagi banyak pecinta fitness dari berbagai level. Gab Sheena, atau yang akrab disapa Gabby, adalah salah satu pelaku yang merasakan langsung lonjakan popularitas HYROX.
Ia mulai terjun ke dunia ini pada 2024, saat olahraga tersebut masih tergolong baru di Indonesia. Kini, menurutnya, HYROX sudah berkembang sangat cepat.
“Sekarang hampir setiap hari ada gym baru yang jadi HYROX affiliate training atau training camp. Event-eventnya juga makin banyak, dari simulasi sampai hybrid challenge,” ujarnya saat diwawancarai GPriority pada Rabu (15/4).
Apa Itu HYROX?
HYROX adalah fitness racing, sebuah kompetisi yang menggabungkan lari sejauh 8 kilometer dengan 8 stasiun latihan fisik. Setiap kilometer lari diselingi satu stasiun, mulai dari skier, sled push, sled pull, burpee broad jump, rower, farmers carry, sandbag lunges, hingga wall ball.
Format ini selalu sama di setiap kompetisi, di mana pun diadakan. Justru konsistensi inilah yang membuat HYROX mudah dipahami dan cepat berkembang secara global.
Olahraga untuk Semua Orang
Salah satu kekuatan utama HYROX adalah sifatnya yang inklusif. Tidak seperti kompetisi fitness lain yang cenderung teknis, gerakan dalam HYROX relatif mudah dipelajari.
“HYROX itu for everyone. Gerakannya nggak terlalu teknikal, jadi siapa pun bisa belajar dan berkembang,” jelas Gabby.
Kategori umur pun sangat luas, mulai dari usia 16 tahun hingga bahkan 70 tahun ke atas. Tidak hanya itu, tersedia juga berbagai divisi seperti Singles, Doubles, dan Relay, serta kategori beban Open dan Pro. Bahkan, di luar negeri sudah mulai diperkenalkan HYROX untuk anak-anak dan juga kategori adaptive bagi penyandang disabilitas.
Kunci Sukses: Lari, Kekuatan, dan Konsistensi
Meski terlihat seimbang, Gabby menegaskan bahwa lari adalah komponen paling krusial dalam HYROX.
“Sekitar 60–70% itu lari. Banyak orang kuat di strength training tapi kurang di lari itu jadi kelemahan besar,” katanya.
Selain lari, latihan kekuatan (strength training) juga penting untuk menghadapi setiap stasiun. Kombinasi keduanya biasanya dilatih dalam kelas khusus HYROX yang menggabungkan lari dan latihan fungsional.
Tak kalah penting adalah nutrisi. Pola makan yang tepat sebelum lomba dapat menentukan performa, bahkan mencegah masalah seperti kram atau mual saat race.
Persiapan Tidak Instan
HYROX bukan kompetisi yang bisa dihadapi secara dadakan. Untuk pemula tanpa latar belakang olahraga, Gabby menyarankan persiapan minimal enam bulan. Sementara bagi yang sudah terbiasa berlatih, tiga hingga empat bulan bisa cukup.
“Semua harus di-build. Nggak bisa tiba-tiba langsung lari jauh atau angkat beban berat. Risiko cedera tinggi kalau dipaksakan,” jelasnya.
Strategi Latihan: Pintar Membagi Waktu
Menggabungkan latihan lari, strength, dan kelas HYROX memang menantang. Gabby menyarankan untuk menyusun jadwal secara selang-seling agar tubuh tidak kelelahan dan tetap optimal.
Contohnya, lari tiga kali seminggu dengan variasi interval, threshold, dan long run, lalu ditambah latihan strength 3–4 kali serta kelas HYROX 2–3 kali. Kunci utamanya adalah keseimbangan.
Kesalahan yang Sering Terjadi
Banyak peserta pemula melakukan kesalahan yang sebenarnya bisa dihindari. Salah satunya adalah soal “fueling” atau asupan sebelum lomba.
“Kram perut, mual, bahkan muntah itu sering terjadi karena salah makan sebelum race,” ungkap Gabby.
Selain itu, pemilihan sepatu juga krusial. Sepatu harus nyaman untuk lari jarak jauh sekaligus cukup stabil untuk latihan beban. Kesalahan lain yang cukup fatal adalah mengabaikan latihan lari.
“Kalau kuat lari, station biasanya masih bisa survive. Tapi kalau cuma kuat di station tanpa lari, itu susah banget finish,” tegasnya.
Tren yang Belum Akan Redup
Melihat pertumbuhannya yang begitu cepat, HYROX tampaknya bukan sekadar tren sesaat. Dengan konsep yang inklusif, format yang konsisten, dan tantangan yang menarik, olahraga ini membuka pintu bagi siapa saja untuk mencoba tanpa memandang usia atau level kebugaran.
Bagi Gabby, HYROX bukan hanya soal kompetisi, tetapi juga perjalanan untuk menjadi lebih kuat, lebih tahan, dan lebih disiplin. Satu hal yang pasti, ini baru permulaan.
