Trump Hancurkan 7 Kapal Kecil Iran di Selat Hormuz

Presiden AS Donald Trump menghancurkan 7 kapal kecil Iran yang berada di Selat Hormuz/Foto : Dok. AFP Presiden AS Donald Trump menghancurkan 7 kapal kecil Iran yang berada di Selat Hormuz/Foto : Dok. AFP

Washington, GPriority.co.id – Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah militer Amerika Serikat dilaporkan menenggelamkan tujuh kapal kecil di Selat Hormuz. Presiden Donald Trump menyatakan bahwa kondisi gencatan senjata dengan Iran kini berada dalam situasi yang tidak pasti.

“Gencatan senjata masih berjalan, tetapi saya tidak yakin itu akan bertahan,” ujarnya.

Insiden tersebut terjadi di tengah operasi militer besar yang dikenal sebagai “Project Freedom”, yang bertujuan mengamankan jalur pelayaran internasional setelah kawasan tersebut mengalami gangguan serius akibat konflik bersenjata sejak Februari 2026.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital yang dilalui sekitar 20% pasokan energi dunia, sehingga setiap eskalasi konflik berdampak langsung pada ekonomi global.

Menurut laporan terbaru, kapal-kapal kecil yang dihancurkan diduga melakukan manuver mengancam terhadap kapal-kapal komersial dan militer. Langkah tegas ini merupakan bagian dari respons militer AS terhadap serangkaian serangan drone dan rudal yang dituduhkan kepada Iran dalam beberapa minggu terakhir.

Presiden Trump menegaskan bahwa meskipun gencatan senjata masih secara teknis berlaku, situasi di lapangan menunjukkan tanda-tanda keretakan. Ia menyebut bahwa pelanggaran-pelanggaran kecil terus terjadi dan dapat memicu konflik yang lebih besar jika tidak segera dikendalikan.

Sementara itu, Pentagon menyatakan bahwa operasi militer tetap berada dalam batas yang dianggap “tidak memicu perang besar”, meskipun terjadi baku tembak terbatas antara kedua pihak. Dalam periode sejak April, tercatat sejumlah serangan terhadap kapal dan instalasi di kawasan Teluk, yang semakin memperkeruh situasi keamanan.

Di sisi lain, Iran membantah tuduhan agresi dan justru menilai kehadiran militer AS di kawasan sebagai provokasi. Pemerintah Iran juga memperingatkan bahwa setiap intervensi lebih lanjut dapat memperburuk konflik dan menggagalkan upaya diplomasi yang sedang berlangsung melalui mediasi internasional.

Krisis ini merupakan bagian dari konflik yang lebih luas dalam perang Iran 2026, yang telah menyebabkan terganggunya lalu lintas kapal secara besar-besaran. Lebih dari 1.000 kapal dilaporkan sempat terjebak akibat penutupan jalur tersebut, menimbulkan tekanan besar terhadap rantai pasok global dan harga energi.