Jakarta, GPriority.co.id – Beberapa hari setelah mencetak sejarah sebagai orang pertama di dunia yang memiliki kekayaan lebih dari US$1 triliun, miliarder teknologi Elon Musk kini harus menghadapi kenyataan pahit.
Laporan The Telegraph menyebut, kekayaannya dilaporkan menyusut lebih dari US$350 miliar atau sekitar Rp5.700 triliun hanya dalam waktu sepekan akibat anjloknya nilai saham SpaceX dan Tesla.
Perlu diketahui, kekayaan Musk sempat mencapai sekitar US$1,45 triliun setelah keberhasilan penawaran saham perdana (IPO) SpaceX yang memecahkan rekor dan mendorong valuasi perusahaan melesat tajam. Namun euforia tersebut tidak bertahan lama karena investor mulai melakukan aksi jual besar-besaran terhadap saham-saham teknologi.
Menurut perhitungan Forbes yang dikutip The Telegraph, nilai kekayaan Musk turun dari US$1,45 triliun menjadi sekitar US$1,1 triliun dalam hitungan hari.
Penurunan itu dipicu merosotnya saham SpaceX lebih dari 30 persen dari posisi puncaknya setelah IPO. Koreksi tersebut menghapus hampir US$900 miliar nilai pasar perusahaan antariksa tersebut.
Bloomberg Billionaires Index bahkan mencatat kekayaan Musk sempat turun ke kisaran US$957 miliar hingga US$970 miliar, membuatnya kehilangan status sebagai triliuner pertama di dunia.
Meski demikian, ia masih bertahan sebagai orang terkaya di planet ini dengan selisih yang sangat jauh dibanding para pesaingnya.
Analis pasar menilai koreksi tajam ini tidak hanya disebabkan oleh aksi ambil untung investor setelah IPO SpaceX, tetapi juga oleh kekhawatiran terhadap potensi gelembung (bubble) sektor kecerdasan buatan atau AI serta kemungkinan kenaikan suku bunga Amerika Serikat.
Kondisi tersebut memicu tekanan terhadap saham-saham teknologi yang sebelumnya mengalami reli besar sepanjang tahun ini.
Selain itu, pengumuman rencana penerbitan obligasi senilai US$20 miliar hingga US$25 miliar oleh SpaceX turut menimbulkan kekhawatiran investor mengenai kebutuhan pendanaan perusahaan dan prospek valuasinya ke depan.
Meski kehilangan lebih dari US$350 miliar, posisi Musk masih sangat dominan dalam daftar orang terkaya dunia. Data terbaru menunjukkan kekayaannya tetap jauh di atas pendiri Google,
Larry Page, yang berada di posisi berikutnya dengan kekayaan ratusan miliar dolar.
Peristiwa ini kembali menunjukkan betapa fluktuatifnya kekayaan para miliarder yang sebagian besar terikat pada harga saham perusahaan publik. Dalam hitungan hari, ratusan miliar dolar dapat menguap, tetapi dengan sentimen pasar yang kembali positif, bukan tidak mungkin Musk kembali merebut gelar triliuner pertama dunia dalam waktu dekat.
